Trending

Warga Bersyukur Adanya Program KOTAKU

MC-SINJAI, 
Melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU), Lingkungan Lengkonge Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara  terus menata kawasan kumuh. Saat ini 90 % kawasan yang sebelumnya kumuh sudah tertata rapi dengan berbagai pembangunan infrastuktur.

Program KOTAKU, ini menggunakan sinergi pendekatan antara pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Dimana penguatan peran pemerintah daerah (pemda) Sinjai sebagai nakhoda dan kolaborasi antara pemda dengan pemangku kepentingan lainnya.

Hasil dari program tersebut sekarang begitu dirasakan masyarakat, betapa tidak kawasan kumuh yang bertahun-tahun mereka diami, kini terlihat bersih dan nyaman. 

Salah satu warga setempat Puang Amang saat ditemui,  Rabu (30/9/20) mengatakan bahwa akses jalan yang berada didepan rumahnya dulunya hanya tanah dan begitu menyulitkan warga di kala musim hujan turun, sekarang berubah menjadi jalan setapak paving blok.

"Sebelumnya disini itu masih jalan tanah terilhat kotor dan jorok, kalau air lagi pasang terlebih musim hujan susah dilewati didepan rumah sehingga terkadang kita mau keluar rumah atau mau ke masjid tidak bisa karena air tergenang, " katanya. 

Iapun sangat bersyukur berkat program KOTAKU, akses jalan sudah bagus dan kendaraan bermotor sudah bisa diparkir di depan rumahnya tanpa hambatan.

Hal senada disampaikan oleh Puang Buge warga sekitar,  dirinya mengungkapkan bahwa sejak 13 tahun kawasan kumuh yang ada ditempat tinggalnya tidak pernah diperbaiki. Berkat adanya program KOTAKU,  akhirnya akses jalan yang sebelumnya hancur kini menjadi mulus. 

"Terima kasih banyak kepada Pak Bupati dan semuanya, berkat KOTAKU ini bagus semua'mi pak,  enak'mi jalanan dan kalau hujan tidak banjir'mi disini pak, "ujarnya dengan logat bugis. 

Di lokasi ini sementara dalam tahap perampungan pembangunan jalan lingkungan berupa paving blok sepanjang 600 meter,  pengadaan gerobak sampah 4 unit, pemasangan sambungan air di 15 titik, pembangunan drainase sepanjang 657 meter dan pembuatan pintu gerbang.

Arsip Tak Bernilai Guna Akan Dimusnahkan

MC-SINJAI, 
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sinjai akan melakukan pemusnahan arsip di lingkungan Pemerintahan yang sudah tidak memiliki nilai guna lagi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK)  kabupaten Sinjai Lababa Paisal mengatakan bahwa pemusnahan ini dimaksudkan untuk menentukan arsip-arsip yang vital dan memiliki nilai guna serta efisiensi dalam rangka menghemat tempat penyimpanan arsip, biaya, tenaga, serta untuk mempercepat waktu dalam usaha penemuan kembali arsip bila sewaktu-waktu diperlukan.

“Pemusnahan arsip merupakan tahapan terakhir dari pengelolaan arsip yang pada awalnya diciptakan, disimpan, dipelihara, kemudian akhirnya disusutkan atau dimusnahkan apabila sudah tidak memiliki nilai guna lagi,” ungkapnya.

Lanjutnya dalam memusnahkan dokumen arsip maka harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, agar hasil pelaksanaan pemusnahan dapat dipertanggungjawabkan.

“Untuk menghindarkan kemungkinan musnahnya arsip yang masih mempunyai nilai guna ataupun yang mengandung nilai sejarah maka kita lakukan invetarisir selama setahun terakhir ini,” jelas Lababa saat ditemui di Ruang Kerjanya,  Rabu (30/9/20).

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Sinjai Abd. Jalil menjelaskan bahwa arsip yang akan dimusnahkan adalah adalah arsip yanf memiliki jangka waktu penyimpanan diatas 10 tahun. 

Hal ini berdasarkan Pwraturan Daerah Kabupaten Sinjai nomor 9 tahun 2018 tentang penyelenfgaraan kearsipan dan Peraturan Bupati nomor 58 tahun 2019 tentang jadwal retensi arsip fasilitatif Kabupaten Sinjai. 

Meski saat ini sudah melakukan invetarisir,  pihaknya tetap melakukan persuratan kepada seluryh Parngkat Daerah dan Kecanatan terkait arsipyang akan dimusnahkan. 

"Semua instansi dan kecamatan sudah kita kirimkan surat agar ada persetujuan terkait arsip yang akan dimusnahkan, sehingga arsip yang dinilai masih berguna oleh Perangkat Daerah bisa kita simpan kembali, " katanya. 

Setelah seluruh instansi menyetujui dokumen arsip yang akan dimusnahkan,  pihaknya akan meminta persetujuan kepada Bupati Sinjai.

Dua Desa di Sinjai Jadi Percontohan Smart Kampung

MC-SINJAI, 
Sejumlah program unggulan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai dibawah kepemimpinan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) dan Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, perlahan direalisasikan. Salah satunya, program Smart Kampung Sinjai. 

Program yang telah direncanakan sejak Bupati dan Wabup Sinjai menjabat di akhir tahun 2018 lalu itu kini tengah digenjot melalui Dinas Komunikasi Informatika (Diskominfo) dan Persandian Kabupaten Sinjai. 

Yang terbaru, sedikitnya dua desa di Kabupaten Sinjai bakal menjadi desa percontohan pelaksanaan program Smart Kampung Sinjai. Dua desa itu, yakni Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur dan Desa Kassibuleng Kecamatan Sinjai Borong. 

"Jadi dua desa ini yang akan menjadi percontohan program unggulan Smart Kampung Bapak Bupati", kata Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai Irwan Suaib di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020) 

Program Smart Kampung di dua desa tersebut, kata Irwan, tidak lain untuk mempermudah pelayanan, penyediaan data administrasi kependudukan hingga potensi desa sehingga pelayanan publik yang tepat sasaran dapat dirasakan masyarakat.

"Banyak kelebihan dari program ini, contohnya penyajian data administrasi, keuangan, wisata, potensi alam hingga market plus produk UKM bisa secara mudah diakses secara digital apalagi terkait data administrasi kependudukan pastinya akan sangat memudahkan masyarakat", tambah Irwan. 

Menurut Irwan, pihaknya bakal terus mendorong semua Desa yang ada di Sinjai dalam rangka penerapan program Smart Kampung.

"Inshaa Allah, target kami tahun depan semua desa akan menerapkan Smart Kampung. Dua tiga bulan ini Desa percontohan ini yang kami Genjot dulu dalam penerapan Desa digital", jelasnya. 

Dalam pembinaan Desa digital melalui program Smart Kampung ini, Irwan menyebutkan bahwa penyiapan Website dan aplikasi itu dibantu oleh pemuda Sinjai yang berkompeten. 

Terpisah, Kepala Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur, A. Ichsan merespon baik program Smart Kampung Pemkab Sinjai, terlebih Desanya menjadi salah satu desa percontohan. 

Apalagi tujuan dari program Smart Kampung sendiri tidak lain memberi kemudahan dalam pelayanan publik, dalam hal pengurusan administrasi masyarakat. 

"Kami dari pemerintah desa tentu sangat menyambut baik ini karena semua format yang disiapkan semuanya tertata dengan baik sehingga kedepan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal", tutup A. Ichsan.

Program KOTAKU Tahun Ini Fokus Tangani Kawasan Kumuh di Kelurahan Lappa

MC-SINJAI, 
Kabupaten Sinjai kembali mendapatkan program percepatan pembangunan infrastruktur demi menangani kawasan kumuh, yang dinamakan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). 

KOTAKU merupakan bagian dari Padat Karya Tunai (PKT) yang dilakukan Kementerian PUPR di 34 provinsi dengan anggaran Rp12,32 triliun untuk mendukung perekonomian akibat pandemi covid-19.

Tahun ini program KOTAKU di Kabupaten Sinjai fokus berada di kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara. Pelaksanaan program ini  menggarap wilayah kumuh menjadi wilayah yang lebih nyaman sebagai kawasan permukiman.

Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan,  Kawasan Permukuna dan Pertanahan (Disperkimtan) Sinjai Misbahumisa saat dutemui di Ruang Kerjanya,  Rabu (30/9/20) mengatakan bahwa program KOTAKu di Sinjai mendapatkan angfaran dari Pwmerintah Pusat sebesar Rp 1 milyar denfan sasaran kawasan kumuh di Kelurahan Lappa. 

"Kenapa fokusnya di Kelurahan Lappa karena kawasan kumuh perkotaan srbagian besar masih berada di Kelylurahan Lappa yang mencapai sekitar 20 hektar, " katanya. 

Lebih lanjut dikatakan,  berdasarkan Surat Keputusan (SK)  Bupati Sinjai tentang penetapan kawasan kumuh perkitaan pada tahun 2014 lalu ada 67 hektar yang tersebar di empat kelurahan di Sinjai Utara dan hingga akhir tahun 2019 selama Program KOTAKU ini berjalan masih ada tersisa sekitar 22 hektar kawasan kumuh yang belum tertangani. 

"Jadi 22 hektar itu masing-masing 20 hektar lebih berada di Lappa,  1,8 hektar di kelurahan Balangnipa.  Sedangkan Kelurahan Bongki dan Biringere kawasan kumuh sudah tertangani semua, " tandasnya. 

Secara terpisah, Askot Program KOTAKU, Sudirman menjelaskan, bahwa anggaran Rp 1 milyar ini diperuntukkan untuk pembangunan jalan lingkungan berupa paving blok sepanjang 600 meter,  pengadaan gerobak sampah 4 unit, pemasangan sambungan air di 15 titik, pembangunan drainase sepanjang 657 meter san pembuatan pintu gerbang. 

"Jadi semua item pekerjaan tersebut satu paket yang berada di Lingkungan Lengkonge Kelurahan Lappa,  saat ini dalam tahap perampungan dan ditargetkan selesai paling lambat akhir bulan oktober mendatang, " katanya. 

Sudirman berharap melalui pembangunan Infrastruktur Berbasis Masyarakat ini dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik sosial dan ekonomi serta berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran akibat pandemi.

Klinik Milik Polres Sinjai Difungsikan

MC-SINJAI, 
Setelah proses pembangunan selama 3 bulan sejak bulan Juni lalu, akhirnya klinik Pratama Sanika Satyawada Polres Sinjai rampung. 

Pemanfaatan klinik yang berdiri tepat di samping Mapolres Sinjai itu diresmikan Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, didampingi Kapolres Sinjai AKBP Iwan Irmawan, Rabu pagi (30/9/2020) 

Usai meresmikan klinik tersebut, Wabup Sinjai, mengemukakan Pemkab Sinjai sangat mengapresiasi kehadiran klinik tersebut sebagai wujud nyata upaya instansi Polri dalam mendukung program pemerintah menuju Indonesia sehat. 

Penyediaan cakupan layanan kesehatan berkualitas melalui klinik, kata Wabup sejalan dengan dukungan Polri danprogram pemerintah Kabupaten Sinjai dalam hal menciptakan masyarakat mandiri hidup dan sehat dan mandiri. 

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Sinjai yang telah menginisiasi berdirinya klinik ini, sebagai bagian dari perwujudan program promoter kepolisian serta peningkatan kesejahteraan pelayanan kesehatan personel Polres Sinjai", pungkasnya. 

Sementara itu, Kapolres Sinjai, AKBP Iwan Irmawan, menyampaikan bahwa klinik ini untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anggota Polri, PNS Polri dan Keluarganya, bahkan masyarakat sekitar Polres Sinjai.

Sedang pelayanan yang bakal dilakukan di Klinik tersebut adalah pelayanan Poli umum yang buka setiap hari kerja mulai pukul 08:00-15:00 Wita. 

“Masyarakat sekitar bisa menggunakan fasilitas kesehatan Polres Sinjai, Jadi masyarakat di sekitar Polres Sinjai kalau sakit bisa datang untuk lakukan pengecekan kesehatannya", ujarnya. 

Ke depan klinik ini, kata Kapolres juga akan bekerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan. 

Hadir dalam peresmian klinik Pratama Sanika Satyawada Polres Sinjai, Ketua DPRD Sinjai, Lukman H Arsal, Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf Ely Asyer Sitompul, Kajari Sinjai Ajie Prasetya, Ketua Pengadilan Agama dan Negeri Sinjai, Direktur RSUD Sinjai dr Kahar Anies, Plt Kadis Kesehatan Sinjai drg Farina Irfani serta Kepala Puskesmas Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara.

Tidak Pakai Masker Dominasi Pelanggaran Protokol Kesehatan di Sinjai

MC-SINJAI, 
Satuan Polisi Pamong Praja bersama tim gabungan dari Polres dan TNI Sinjai sedikitnya telah menindak sebanyak 131 pelanggar protokol kesehatan dalam razia Operasi Yustisi yang dilaksanakan sejak tanggal 14 September 2020.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sinjai Agung Budi Prayogo saat ditemui,  Selasa (29/9/20) mengatakan bahwa mereka para pelanggar baik pengendara motor, pejalan kaki, pengemudi, penumpang mobil mauoun waega yang berada ditempat keramaian yang saat itu tidak memakai masker langsung ditindaki. 

"Jadi tiap hari kita rutin melakukan operasi yustisi ditempat-tempat keramaian dengan sasaran mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Ini akan kita lakukan sampai tanggal 31 Oktober 2020 mendatang, " jelasnya. 

Operasi Yustisi ini bukan hanya di jalan raya dan tempat keramaian,  melainkan juga di perkantoran, tempat perbelanjaan, dan rumah makan. 

"Selain pelanggaran tidak memakai masker,  ada beberapa rumah makan yang kami temukan belum menyiapkan tempat cuci tangan dan kami sudah berikan sanksi teguran, " katanya. 

Dalam operasi yustisi kata Agung,  pelanggar protokol kesehatan masih di beri sanksi teguran, tertulis hingga sanksi sosial. Sementara untuk sanksi denda administrasi belum diterapkan. 

"Sampai saat ini kita belum terapkan sanksi denda karena kita berfikir kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih terpuruk sehingga Pemerintah memberikan sejumlah bantuan untuk masyarakat di tengah pandemi ini, " katanya. 

Meski demikian lanjut Agung,  sanksi denda bisa saja diberikan kepada masyarakat yang sudah diberikan sanksi teguran maupun sanksi tertulis namun belum menjalankan protokol kesehatan. 

"Apa boleh buat itu tindakan terakhir yang kami laksanakan dan itu memang diatur dalam Peraturan Bupati Sinjai nomor 27 tahun 2020 tentang penegakan protokol kesehatan, " tandasnya. 

Dia menambahkan, tujuan dari operasi yustisi ini adalah agar masyarakat semakin patuh terhadap protokol kesehatan dalam kesehariannya saat beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi sosial. 

"Saat ini masih ditemukan masyarakat yang mengabaikan pentingnya pemakaian masker yang sebenarnya mereka sadar terkait aturan protokol kesehatan. Harapan kami mari sama-sama perangi virus corona,  karena tanpa  kerjasama yang baik dengan masyarakat,  kegiatan ini tidak ada gunanya, ” tegas Agung.

Promosikan Obyek Wisata Sinjai Melalui Lomba Foto Wisata

MC-SINJAI, 
Dunia  fotografi memiliki kontribusi untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi pariwisata ke masyarakat luas sehingga menjadi semakin populer dan banyak menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Hal itulah yang melandasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud)  Kabupaten Sinjai melaksanakan lomba foto wisata dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Sedunia jauh pasa tanggal 27 September 2020.

Kepala Disparbud Sinjai Haerani Dahlan saat ditemui di Kantornya,  Selasa (29/9/20) mengaku tidak menyangka antuaias masyarakat sangat tinggi ublntuk mengikuti lomba  yang hanya berlangsung dari tanggal 24 hingga 27 September 2020.

"Dalam waktu singkat itu ternyata antusias masyarakatyntuk mebfikuti lomba ini sanfat tinggi, terbukti sekitar 115 peaertayang memposting foto wisata melalui facebook dan instagram, " kata Haerani yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Disparbud, Andi Dewi Anggriani.

Menurut Haerani,  lomba ini srbagai salah satu upaya yang dilakukan untuk memptomosikan obyek-obyek wisata yang ada di Sinjai. 

"Masyarakat kita memiliki kreatifitas dalam seni fotografi dan efeknya lebih terasa dibanding jika kami yang lakukan apalagi disertai dengan komentar yang bagus tentu dapat mengajak masyarakat untuk semakin mencintai obyek wisata yang ada, " jelasnya. 

Dalam kesempatan tersebut,  Disparbud Sinjai juga mengumumkan pemenang lomba foto pariwisata ini, dimana masing-masing pemenang mebdapatkan piala,  kaos wisata serta voucher gratis masuk obyek wisata Sinjai sampai tanggal 31 Desember 2020.

Masuki Musim Kemarau, Damkar Sinjai Imbau Warga Waspada Kebakaran

MC-SINJAI, 
Di musim kemarau seperti sekarang, warga diimbau untuk mewaspadai terjadinya bencana kebakaran. Bencana tersebut mudah terjadi dalam kondisi suhu udara tinggi dan kering.

"Dalam menghadapi musim kemarau, kami sangat mengimbau masyarakat untuk hati-hati dan waspada terhadap potensi terjadinya kebakaran," ujar Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Sinjai Agung Budi Prayogo saat ditemui di Kantornya,  Selasa (29/9/20).

Agung mengingatkan masyarakat agar mengambil peran penting dengan mencegah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya kebakaran. 

"Kita selalu mebgingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan alat yang rawan memicu api atau mudah terbakar, seperti kertas, kayu, dan plastik. Tidak membuang puntung rokok disembarang tempat,  mengecek kondisi dapur dan alat listrik lainnya bila ingin keluar rumah serta tidak memainkan handphone ketika mengisi BBM di SPBU, " katanya. 

Menurutnya,  hal-hal tersebut yang kerap memicu terjadinya kebakaran di Kabupaten Sinjai dan menimbulkan kerugian material. 

Upaya yang dilakukan saat ini untuk meminimalisir terjadinya kebakaran adalah dengan gencar melakukan sosialisasi patroli atau publikasi keliling dengan mengajak masyarakat untuk mewaspadai hal-hal yang bisa memicu terjadinya kebakaran. 

Berdasarkan data yang ada,  jumlah kasus kebakaran yang terjadi di Sinjai mulai bulan Januari hingga akhir bulan September ini ada 30 kasus dan dari jumlah tersebut tidak ada korban jiwa.

Komjen Boy Rafli Amar Titip Empat Harapan kepada Pesantren di Sulsel

MC-SINJAI, Ulama serta pengasuh pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan edukasi. Ulama dapat memberikan penjelasan mengenai bahaya paham radikal terorisme dan upaya pencegahannya, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Hal teraebut duaampaukan oleh Kepala Badan nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  Komjen Pol.  Boy Rafli Amar dalam silaturahmi bersama pimoinan Pondok Pesantren se-Sulsel di Masjid Islamic Center Sinjai,  Senin (28/9/20).

"Peran Pondok Pesantren maupun Ulama besar sekali, karena  sehari-harinya bertemu dengan umat dan juga bertemu dengan para santri, sehingga ulama ini memiliki peran yang begitu besar dalam memberikan edukasi kepada masyaakat dan juga terhadap para santrinya mengenai bahayanya paham radikal terorisme," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapakan bahwa dengan adanya edukasi yang diberikan ulama tersebut, masyarakat dan para santri dapat mewaspada adanya ajakan-ajakan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama ini setidaknya dari pimoinan pondol pesantren terutama para ustadz bisa terus mengingatkan kepada generasi muda  terutama mereka yang menjalankan pendidikan di lingkungan pondok pesantren," ujar mantan Kapolda Papua ini.

Boy menitip empat harapan kepada Pesantren yang ada di Sulsel, yaitu yang pertama,  Pesantren henfaknya sebagai agen perubahan sosial yang melahirkan pejuang generasi masa depan yang dapat mrnjaga keutuhan NKRI. 

Kedua,  Pesantren sebagai lembaga dakwah serta menjadi ujung tombak dalam mengenal wajah islam. Ketiga, Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membebaskan manusia dari keterbelakangan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama, umum dan kebangsaan. Dan yang keempat, Pesantren  sebagai garda terdepan dalam mencegah radikalisme dan intoleran.

"Untuk mencegah paham sesat tersebut,  para ulama dapat mengkampanyekan dan mensosialisasikan semangat modernisasi dalam beragama yaitu Islam yang ramah,  toleran,  menghargai perbedaan dan sebagai rahmat alam semesta.  Jadi agama Islam harus jadi contoh bagi agama lainnya dalan kehidupan berbangsa dan bernegara," harapnya. 

Dalam melakukan pertemuan tersebut, Kepala BNPT juga berkesempatan menyampaikan penanganan terorisme terkini, termasuk keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di pengungsian Suriah akibat propaganda kelompok radikal tidak bertanggung jawab.

Hal itu tentunya dapat dijadikan pembelajaran bagi ulama dan santri agar tidak mudah terpengaruh terhadap bujuk rayu yang terus dilancarakan kelompok radikal terorisme, utamanya melalui sosial media.

Oleh karena itulah Kepala BNPT merasa bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para Pimpinan Pondok Pesantren sehingga upaya untuk mencegah agar paham radikalisme dan intoleransi di negara ini bisa diatasi bersama berkat adanya kerjasama antara unsur umaro dan ulama.

"Hati ini kita sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren di Sulsel. Terima kasih kepada Bupati Sinjai bersama jajarannya dan semoga pertemuan silaturahmi ini menjadi pertemuan yang berkah untuk masyarakat Sinjai dan Provinsi Sulsel pada umumnya,  apalagi kita juga menghadapi cobaan dengan adanya Covid-19,  ini memerlukan ikhtiar kita semua agar bisa selamat dari cobaan ini," tuturnya. 

Kepala BNPT Ajak Pesantren Perangi Radikalisme

MC-SINJAI, 
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol.  Boy Rafli Amar bersilaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren se Sulawesi Selatan di Masjid Islamic Center Sinjai,  Senin (28/9/20).

Dalam kesempatan itu, Boy mengajak semua meningkatkan kewaspadaan mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme. Menurutnya,  melalui silaturahmi ini merupakan salah satu cara BNPT untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat setempat terhadap perkembangan paham radikal terorisme, sekaligus mengimbau partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah tersebarnya paham tersebut.

"Kami mengajak semua agar kita meningkatkan kesiapsiagaan generasi kita, menyelamatkan generasi muda agar terhindar dari ideologi-ideologi berbahaya, yang dapat mengoyak Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, " katanya. 

Lebih lanjut Mantan Kadiv Humas Polri ini juga mengajak para hadirin memupuk semangat persatuan, saling menghormati, dan semangat toleransi. Hal ini mengingat Indonesia sebagai negara yang kaya keberagaman dapat terancam dengan radikal intoleran yang bahaya.

Terlebih, lanjut Boy Rafli, saat ini kelompok-kelompok radikal intoleran tersebut merasuki ruang dunia maya yang sedang digandrungi masyarakat.

"Propaganda mereka banyak di media sosial, jadi perlu bijak dalam menggunakannya. Kepada tokoh agama dan pimpinan pesantren, kita imbau agar kita dapat membentuk generasi yang berakhlak dan cinta tanah air," ujar dia.

Sementara itu Bupati Sinjai Andi Seto Asapa dalam sambutannya menyampaikan bahwa Psmwrintah Kabuoaten Sinjai dan Pesantren menjalin kerjasama yang baik dalam rangka menciptakan generasi penerus yang tidak hanya berbekal ilmu akan tetapi juga memiliki akhlak yang baik. 

"Kami melibatkan Pesantren dalam melaksanakan program Pemerintah yaitu melalui bantuan dana hibah sebesar 50 Juta rupiah ke setiap pesantren serta melahirkan tahfidz melalui pembinaan dari Pesantren, " kata Bupati. 

Dalam silaturahmi ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulsel A. Sudirman Sulaiman, perwakilan dari Kapolda dan Pangdam XIV Hasanuddin,  Wakil Bupati Sinjai,  Hj. A. Kartini Ottong,  Ketua DPRD Drs. Lukman H. Arsal dan para Wakil serta anggota DPRD Sinjai, para Forkopimda, serta undangan lainnya. 

Sementara turut mendampingi Komjen Boy Rafli Amar adalah Direktur Deradikalisasi BNPT, Prof. Irfan Idris, Kasubdit Bina Masyarakat Direktorat Deradikalisasi BNPT, Kolonel. (Sus) Solihuddin Nasution dan Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjen Pol. Drs Idris Kadir.

Kepala BNPT Terkesima Panorama Hutan Mangrove Tongke-Tongke

MC-SINJAI, 
Kabupaten Sinjai merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang lengkap keindahan alamnya. Mulai dari pantai, pegunungan, kota, hingga kepulauan. Hutan Mangrove Tongke-tongke misalnya. 

Salah satu wisata andalan di Bumi Panrita Kitta sebutan Kabupaten Sinjai yang saat ini sedang digandrungi dan hits untuk para traveler dan wisatawan, sebab, salah satu recommended pilihan untuk berlibur sembari dengan melihat gugusan Pulau Sembilan yang menjadi ikon pariwisata di Kabupaten Sinjai.

Tak ayal, para wisatawan yang berkunjung di objek wisata yang terletak di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, akan merasakan kesejukan dan sesekali angin sepoi serta pemandangan ke arah pulau Sembilan.

Gugusan bakau dan keindahan lautnya, pun membuat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Dr. Drs. Boy Rafli Amar 'terpesona' saat berkunjung di objek wisata ini, Senin (28/9/2020) pagi.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini dampingi Bupati ASA, Wakil Bupati Hj. Andi Kartini Ottong serta pimpinan Forkopimda. Suasana keakraban nampak begitu terjalin harmonis, baik Bupati ASA maupun Boy Rafli Amar. Moment ini juga dijadikan untuk berswafoto.

"Luar biasa pak Bupati. Keindahan alam dan mangrovenya sangat rapat dan tertata dengan baik.  Saya baru lihat seperti ini, sungguh luar biasa," ucap Boy Rafli saat bebincang-bincang dengan Bupati ASA.

Usai berjalan menyusuri tracking berupa jembatan, Kepala BNPT juga keliling naik perahu. 

Sekedar diketahui, Boy Rafli bakal berada di Kabupaten Sinjai hingga Selasa 29 September besok. Jenderal bintang tiga itu selama di Sinjai akan melakukan silaturahmi bersama pimpinan Pondok Pesantren Se-Sulsel yang dipusatkan di Masjid Islamic Center Sinjai, Senin siang.

Selanjutnya, akan mengunjungi Taman Hutan Raya (TAHURA) Abdul Latief yang terletak di Desa Batu Belerang, Kecamatan Sinjai Borong pada sore hari. 

Kadisdik Sinjai Buka Workshop Microsoft Office 365

MC-SINJAI, 
Guna meningkatkan mutu kompetensi Guru Sukarela, dan Tenaga Kependidikan, Ikatan Guru Sukarela (IGS)  Kabupaten Sinjai menggelar Workshop Macca Microsoft office 365, bertempat d SDN 125 Karampue Kecmatan Sinjai Utara,  Sabtu-Minggu 26-27 September 2020.

Workshop ini dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai A. Jefriyanto Asapa,  Sabtu (26/9/20) dan diikuti peserta guru sukarela mulai tingkat TK, SD dan SMP Se-Kabuoaten Sinjai. 

Dalam sambutannya,  Kadis Pendidikan Sinjai menyampaikan bahwa workshop ini untuk untuk meningkatkan kompetensi guru sukarela, maupun tenaga kependidikan agar bisa mengikuti Perkembangan teknologi yang berkembang setiap saat, sehingga para pendidik khususnya guru sukarela diharapkan untuk selalu meningkatkan kompetensi yang berkaitan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) . 

"Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang amat pesat dan secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan sehingga TIK ini akan membantu para guru dalam melaksanakan tupoksi dan pengembangan dirinya," katanya. 

Menurut Mantan Kepala Kantor Kesbangpol Sinjai ini, manfaat TIK di era sekarang ini sangat besar, selain  mentrasformasikan selyruh aspek pendidikan untuk mencapai tujuan pembelajarn, kuga menjadi sarana yang telat di masa pandemi Covid-19.

Ketua Umum IGS Abdul Hamid mengutarakan Kegiatan ini sebagai ajang silaturahim Ikatan Guru Sukarela baik pengurus maupun anggota ataupun pihak pihak lain yang terlibat didalamnya. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan dibagi di empat  lokasi, yaitu guru yang ada di Kecamatan Sinjai Utara , Bululoddo dan Pulau sembilan dibpusatkan di SDN 125 Karampue,  guru yang ada di Sinjai Timur dan Sinjai Tengah bertempat di SDN 84 Mangarabombang. 

Selanjutnya,  guru yang ada di Kecamatan Sinjai Selatan,  Sinjai Borong dan Tellulumpoe dipusatkan di SDN 41 Samaenre serta guru dari Kecamatan Sinjai Barat ditempakan di SDN 76 Pusanti Sinjai Barat. 

"Jadi dalam Workshop ini para peserta mempelajari tentang beberapa aplikasi yang disediakan di Microsoft Office 365 seperti Pengolah data Daring (Microsoft Word Online), Formulir Daring (Microsoft Forms.), Presentasi Daring (Sway), dan alat yang dapat mendukung kolaborasi antara pendidik dan siswa," tambahnya.

Pimpinan Tinggi Pratama di Sinjauli Jalani Uji Kompetensi

MC-SINJAI, 
Merujuk Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2020, tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil,  Pemerintah Kabupaten Sinjai melaksanakan uji kompetensi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dalam rangka rotasi/ mutasi di Lingkup Pemkab Sinjai. 

Kegiatan yang dilaksanakan melalui seleksi wawancara dan penelusuruan rekam jejak pejabat tinggi pratama ini berlangsung di Kantor Bupati Sinjai,  Sabtu (26/9/20).

Dalam kesempatan tersebut masing-masing Pejabat Tinggi atau pejabat eselon IIb menjalani tes wawancara yang dilakukan oleh lima tim penguji. 

Sekretaris Daerah Sinjai Drs. Akbar selaku Ketua Tim Panitia seleksi Uji Kompetensi JPT Pratama mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui secara keseluruhan konsistensi dan kompetensi ASN yang menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

"Dalam tes wawancara ini kita ingin mengetahui kapasitas konpetensi dan karakter kepemimpibanan masing-masing pejabat,  apakah jabatan yang dipilih sesuai dengan kompetensi, karakter kepemimpinan dan latar belakang pendidikan mereka," katanya. 

Masing-masing tim seleksi melakukan pendalaman materi terkait integritas dan kerjasama,  pengelolaan perubahan,  perekat bangsa,  pelayanan publik,  pengembangan diri dan orang lain, komunikasi dan orientasi pada layanan. 

Tim seleksi ini terdiri dari Sekda Sinjai Drs. Akbar, Kepala Balai Diklat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan Imran Jausi, Akademisi dari UNM Makassar Prof. Dr. Haedar, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel Arman Sahri Harahap ( melalui virtual) serta Kepala BKPSDMA Sinjai Lukman Mannan. 

Adapun peserta dari uji kompetensi ini diikuti sebanyak 26 orang yang terdiri dari seluruh Asisten,  Staf Ahli Bupati dan Kepala Instansi Lingkup Pemkab Sinjai.

Komjen Boy Rafli Amar Dijadwalkan Tiba di Sinjai Minggu Malam

MC-SINJAI, 
Pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar rapat pemantapan jelabg kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, yang dijadwalkan pada hari Senin (28/9/20).

Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sinjai Drs. Akbar di Ruang Kerjanya,  Jumat (25/9/20) dan dihadiri oleh para Asisten,  Kepala OPD,  Kepala Kemenag Sinjai, Ketua Baznas dan beberapa pimpinan Pondok Pesantren di Sinjai. 

Usai rapat,  Akbar mengatakan bahwa seluruh panitia yang terlibat dalam rencana kedatangan Kepala BPNT ii berkomitmen untuk mensukseskan terselenggaranya kegiatan. 

"Rencanaya Pak Boy akan tiba di Sinjai pada Minggu (27/9/20) malam i Rumah Jabatan Bupati Sinjai dan mengibap disana bersama rombongan, kemudian keesokan harinya melakukan olahraga pagi bersama Bupati dan Forkopimda, kemudian acara inti itu di Masjid Islamic Center setelah shalat dhuhur berjamaah bersama seluruh Pimpinan Pobdok Pesantren Se-Sulsel, " katanya. 

Selain pimpinan Pondok Pesantren,  Pihaknya juga mengundang Pemerintah Provinsi Sulsel serta beberapa Kepala Daerah tetangga untuk bersama-sama mengikuti silaturahmi akbar ini.

Setiap tamu yang memasuki Masjid Islamic Center kata Akbar,  nantinya akan diperiksa secara ketat dengan menggunakan alat detektor serta wajib menerapkan protokol kesehatan selama berlangsungnya acara.

Warga Sinjai 'Serbu' DLHK Urus SPPL

MC-SINJAI, 
Dalam sehari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK)  Kabupaten Sinjai menerbitkan puluhan Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) bagi warga yang memiliki usaha. 

SPPL ini adalah pernyataan kesanggupan dari penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup atas dampak lingkungan hidup dari usaha yang dilaksanakan. 

Dokumen ini sebagai salah satu syarat yang diwajibkan bagi pelaku usaha sebelum terbitnya surat izin usaha, baik usaha kecil maupun usaha mikro. 

Kepala DLHK Sinjai Arifuddin saat ditemui di Ruang Kerjanya,  Jumat (25/9/20) mengakui bahwa dalam beberapa hari terakhir ini pihaknya banyak menerima permintaan penerbitan SPPL yang digunakan untuk persyaratan mengurus surat izin usaha. 

"Kita ketahui bahwa Pemerintah Pusat saat ini memberikan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, dimana slah satu syarat untuk menerima bantuan Presiden ini adalah harus ada surat izin usaha dan ini bisa terbit jika ada SPPL, " jelasnya. 

Dalam sehari,  kata Arifuddin biasanya melayani permintaan penerbitan SPPL sekitar 50 orang dan kondisi ini sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir. 

"Untuk mengurus SPPL ini harus ada rekomendasi dari Pemerintah Desa atau Kelurahan dan harus memiliki usaha," tambahnya.

Pemkab Sinjai Gencar Lakukan Operasi Yustisi

MC-SINJAI, 
Operasi yustisi Penegakan hukum disipiln protokol kesehatan berdasarkan Peraturan Bupati Sinjai Nomor 27 Tahun 2020 tentang Penanganan Pengendalian Virus Covid-19 rutin dilaksanakan. 

Kali ini operasi digelar kdiwilayah Kecamatan Sinjai Utara tepatnya di Jalan Persatuan Raya, Kelurahan Balangnipa dengan melakukan razia  pengguna jalan yang tidak menggunakan masker. Jum'at (25/9/20).

Operasi Yustisi ini dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Sinjai AKP. Bakhtiar, SH dengan Personil Gabungan dari Polres Sinjai dan TNI Kodim 1424 Sinjai serta dari Satuan Polisi Pamong Praja Sinjai.

Kasat Binmas Polres Sinjai menyampaikan bahwa dalam kegiatan Operasi yustisi petugas memberikan teguran secara lisan kepada pengguna jalan baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat yang tidak memakai masker agar menggunakan masker.

"Kegiatan operasi yustisi ini dilakukan guna mendisiplinkan pengguna jalan agar senantiasa patuh dengan protokol kesehatan tanpa mengabaikan aturan pemerintah dengan tujuan mencegah dan memutus rantai penyebaran Virus Pandemi Covid 19." Ujarnya

Selain itu, menghimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan disiplin protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan sabun dan dan mengindari kerumunan agar dapat mencegah dan menghindari penularan virus Covid-19.

Jelang Kedatangan Kepala BNPT, ASN Sinjai Kerja Bakti

MC-SINJAI, 
Menjelang kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia Komjen. Pol. Dr. Drs. Boy Rafli Amar, di Sinjai,  Pemerintah Kabupaten menggelar kerja bakti,  Jumat (25/9/20).

Kegiatan yan dipusatkan di area Masjid Islamic Center Sinjai Lingkungan Tanassang Kelurahan Alehanuae ini melibatkan para ASN dan non ASN Lingkup Pemkab Sinjai. 

Sekretaris Daerah Sinjai Drs. Akbar yang memimpin aksi 
mengatakan bahwa aksi bersih-bwrsih ini dilaksnakan dalam menyambut kedatangan Kepala BNPT yang rencananya hadir di Kabupaten Sinjai padaharo Senin tanggal 28 September 2020.

"Jadi kita lakukan kerja bakti ini karena Masjid Islamic Center ini akan menjadi tempat berlangsungnya silaturahmi antara Kepala BPNT dengan seluruh Pimpinan Pobdok Pesantren Se-Sulawesi Selatan, " katanya. 

Menurut Akbar, rencana kunjungan lulusan Akpol 1988 ini untuk pertama kalinya di Bumi Panrita Kitta adalah memperkuat silaturahmi debgan para Pemimpin Pondok Pesantren dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta membangun pencegahan penyebaran intoleransi dan radikalisme.

Pemkab Sinjai Tambah Supplier Program Bansos Sembako

MC-SINJAI, 
Supplier Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau kini dinamakan program Bantuan Sosial Sembako di Kabupaten Sinjai bertambah.

Hal ini menjadi pembahasan dalam rapat Koordinasi Program Sembako tahun 2020 yang berlangsung di salah satu Rumah Makan di Jalan Persatuan Raya Sinjai,  Kamis (24/9/20).

Sekretaris Daerah Sinjai Drs. Akbar yang memimpin rapat ini mengatakan bahwa penambahan supplier ini berdasarkan rekomendasi yang dikirimkan oleh Tim Koordinasi Kabupaten kepada Tim Koordinasi Program Sembako Provinsi Sulsel. 

"Ada surat yang masuk dari Sekprov Sulsel, untuk dilakukan penambahan supplier BPNT. Jadi kami dari kabupaten hanya mengusulkan ke provinsi. Ini bertujuan
agar efektifitas penyaluran program sembako dapat berjalan lancar karena mengingat ada penambahan penerima manfaat dari program ini," jelas Sekda. 

Di Kabupaten Sinjai sebelumnya hanya ada satu supplier yaitu UD. Fajar Mandiri sehingga adanya tambahann satu supplier lagi yaitu Nurul Sumber Rejeki penyaluran program Sembako di Sinjai tidak mengalami kendala. 

Dengan adanya tambahan ini kata Sekda yang juga selaku Ketua Satgas Program Sembako maka penyaluran sembako dibagi menjadi dua wilayah. 

"Supplier Nurul Sumber Rejeki wilayah kerjanya Kecamatan Sinjai Utara utara,  Sinjai Timur,  Tellulimpoe dan Sinjai Boorong. Sedangkan UD Fajar Mandiri meliputi Kecamatan Bulupoddo,  Pulau Sembilan, Sinjai Tengah Sinjai Barat dan Sinjai Selatan, " sebutnya. 

Sekda berharap para supplier ini dapat menerapkan prinsip 6T yakni Tepat Sasaran, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Waktu dan Tepat Administrasi.

Rakor ini diikuti oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai Dr. H. Mukhlis Isma,  Wakil Ketua Satgas Bansos Sembako Kompol Syarifuddin,  Koordinator Daerah Bansos Pangan,  pimpinan Perum Bulog Cabang Bukukumba,  Kepala Cabang Bank Mandiri Sinjai,  para Supplier dan para pendamping Bansos Pangan Se-Kabupaten Sinjai.

Pemkab Peroleh Ratusan Juta Rupiah dari Hasil Lelang Randis

MC-SINJAI, 
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sinjai melalui koordinasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Makassar melakukan lelang kendaraan dinas (randis) milik pemerintah Daerah Sinjai di Aula BPKAD Sinjai, Kamis (24/9/20).

Pejabat Lelang dari KPKNL Makassar Rocky R. Nainggolan mengatakan bahwa berdasarkan hasil lelang dilaksanakan, dari 52 lot kendaraan yang ditawarkan terdiri dari 14 unit mobil, 37 ubit motor dan 1 unit scrapt,  ada 22 lot kebdaraan yang berhasil terjual debgab kusaran harga sekitar Rp 210 juta. 

"Lelang hasil kegiatan ini dananya disetor ke kas negara dan merupakan Pendapatan Asli Daera Sinjai atas penjualsn aset barang tetap milik pemkab Sinjai," katanya. 

Rocky mengatakan bahwa pemenang dalam lelang ini diwajibkan aegera melunasi kendaraan tersebut paling lambat lima hari kerja sejak diumumkab pemenang lelang. 

"Jadi kalau kita hitung dari hari ini berarti paling lambat tanggal 1 Oktober 2020 itu pemenang lelang harus melunasinya.  Jika lewat dari tanggal tersebut maka mereka batal membeli kendaraan tersebut dan uang jaminan yang sudah disetor masuk ke kas negara, " ujarnya. 

Rocky menambahkan bahwa jendaraan yang tidak laku dalam pelaksanaan lelang ini akan diikutkan kembali dalam jadwal lelang berikutnya dengan limit harga berkurang dibanding limit harga saat ini. 

Sementara itu Kepala BPKAD Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif bahwa pelelangan kedaraan dinas dilakukan sebagai langkah pelepasan aset milik Pemkab Sinjai, hal ini dilakukan karena aset yang akan dikeluarkan masih memiliki nilai ekonomis.

Ia bersyukur karena ditengah pandemi Covid-19 ini,  jumlah kendaraan yang laku pada lelang kali ini meningkat dibanding lelang sebelumnya.

"Jika lelang sebelumnya hanya 10 lot kendaraan yabg laku,  kali ini meningkat hingga 22 lot termasuk 1 set sracpt (besi tua).  Ini berkat sosialisasi yang kita lakukan jauh sebelum dilakukan pelelangan, " tambahnya.

Pemkab Sinjai Tertinggi kedua Sementara Hasil Monitoring KPK

MC-SINJAI, 
Pemerintah Kabupaten Sinjai, mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) program koordinasi supervisi pencegahan dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Wilayah (Korwil) VIII Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rapat ini dilaksanakan secara virtual dan berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah Sinjai,  Rabu (23/8/20). Kegiatan ini diikuti oleh beberapa Kepala Perangkat Daerah terkait. 

Dalam evaluasi tersebut, KPK menelaah satu per satu capaian dan kendala yang dihadapi pemda terkait 8 area intervensi perbaikan tata kelola pemerintahan daerah yang sudah dilakukan KPK sejak tahun 2018.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Sinjai A. Adeha Syamsuri usai mengikuti rapat ini mengatakan bahwa rapat koordinasi ini dalam rangka monitoring dan evaluasi Center Of Prevention (MCP) Program Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi  Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Sinjai.

"Program yang dilaksanakan oleh KPK ini sangat sejalan dengan komitmen dan gagasan Pemerintah Kabupaten Sinjai yang juga bagian dari visi Pemkab Sinjai untuk mewujudkan tata kelola Pemerintahan yang baik, bebas dari korupsi, transparan dan akuntabel.” katanya.

Adeha menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang disampaikab oleh KPk per tanggal 23 September 2020, Kabupaten  Sinjai telah mencapai 63,93 % dari 8 Area Intervensi. Antara lain, Perencanaan dan Penganggaran APBD,  pengadaan barang dan jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kapabilitas APIP, Managemen ASN, Dana Desa,  Optimalisasi Pendapatan Daerah dan Managemen Aset Daerah.

"Capaian ini mebempatkan Sinjai untuk sementara  berada diposisi kedua dari 24 kab/kota di Sulsel dan berada diurutan ke 22 di tingkat nasional. Mudah-mudahan prestasi ini bisa kita pertahankan hingga diakhir tahun," ucapnya. 

Iapun berharap Kepada OPD terkait untuk memaksimalkan pelaporan dan data yang diupload pada Sistem informasi Koordinasi dan Supervisi pencegahan milik KPK secara  online.

Sekedar diketahui,  tahun 2019 indeks capaian Sinjai terkait 8 area intervensi tersebut hanya mencapai 75 persen hingga diakhir tahun dan berada di posisi 17 di Sulsel.

Bupati Sinjai Serahkan Banpres UKM

MC-SINJAI, 
Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Sinjai, telah disalurkan ke pelaku Usaha Mikro kecil menengah (UMKM). 

Bantuan skema pemulihan ekonomi dari pemerintah pusat ini, diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu (23/9/2020) 

Dengan disalurkannya BPUM, Bupati Sinjai berharap penerima atau pelaku usaha mikro betul-betul dapat memanfaatkan sebagai modal usaha produktif tambahan, sehingga usaha mikronya kembali bangkit di masa pandemi Covid-19. 

"Kita wajib bersyukur karena bantuan langsung dari pemerintah pusat bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha mikro kita. Mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan untuk meringankan beban pelaku mikro kita", kata Bupati Sinjai. 

Dalam kesempatan ini, Bupati menegaskan agar pelaku usaha mikro mengetahui bahwa BPUM ini adalah bantuan dana hibah produktif bukan dana pinjaman. 

BPUM tersebut tanpa potongan dan diterima secara tunai melalui rekening masing-masing pelaku usaha mikro. 

"Inilah yang perlu ini yang harus diketahui, jangan sampai kedepan ada kecurangan atau ada oknum yang memanfaatkan ini untuk mengambil keuntungan karena sifatnya tidak ada potongan sama sekali", jelasnya. 

Sementara itu, Kadis Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Sinjai, H Firdaus menyampaikan bahwa hingga pengusulan data penerima yang telah dikirim pihaknya kini mencapai 21.542 orang. 

Sedang data yang telah turun dari pusat dan dinyatakan lolos per tanggal 21 September 2020 kemarin  sebanyak 5294 orang. 

"Sampai hari ini kami masih menerima data sehingga pelaku usaha mikro kita yang belum kebagian punya kesempatan untuk mendapatkan BPUM seperti perintah dari pak Bupati", tandasnya. 

Hadir dalam penyerahan BPUM secara simbolis, Wakil Bupati Sinjai Hj Andi Kartini Ottong, Forkopimda, para pejabat daerah lainnya serta perwakilan Perbankan.

Sinjai Rancang 3 Kawasan Perdesaan

MC-SINJAI, 
Pemerintah Kabupaten Sinjai melaksanakan Rapat Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Bappeda Sinjai,  Rabu (23/9/20).

Kegiatan ini dibukan secara virtual oleh Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) serta diikuti oleh paea Perangkat Daerah,  Tim Koordinasi dan Tim Teknis Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP). 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD)  Kabupaten Sinjai Drs. Yuhadi Sad dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk merapatkan barisan, menyamakan persepsi dab melengkapi dokumen yang ada sehingga dokumen kawasan RPKP menjadi dokumen yang bisa meyakinkan pemerintah pusat maupun pihak lainnya memiliki potensi yang bisa dikembangkan. 

Untuk tahap awal ini,  ada 3 rencana kawasan pembangunan perdesaan yang dibentuk yaitu,  Sentra pengembangan rumput laut dan budaya ikan karamba Pasir Lapoi-Poi, yang melibatkan 4 desa di Kecamatan Pulau Sembilan

Kedua,  Sentra ternak  terpadu dan Sentra buah Duampanuae melibatkan 10 desa di Tellulimpoe dan di Sinjai Selatan dan Ketiga,  kawasan sentra kopi dan pengembangan budidaya air tawar Padaelo yang melibatkan 11 desa yaitu 5 desa di Sinjai Barat,  4 desa di Sinjai Borong dan 2 desa di Sinjai Tengah. 

Sementaraitu Bupati Sinjai Andi Seto Asapa berharap Tim teknis dari masing-masing kawasan terus bekerja keras dan bersinergi dalam melaksanakan tugas dan kewajiban masing-masing agar peyelenggaraan pembangunan kawasan perdesaan Di Sinjai dapat mencapai sasaran yang diharapkan yaitu mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pengembangan ekonomi perdesaan. 

"Saya ingatkan kepada seluruh tim dari masing-masing kawasan untuk melengkapi dan memenuhi syarat dalam penyelenfgaraan pembangunan kawasan perdesaan yaitu pembentukan BUMDES desa bersama,  sinkronisasi program,  pembentukan Badan Kerja antar desa serta dokumen rencana pembangunan kawasan perdesaan (RPKP)," tegasnya.

20 Rumah Warga Miskin di Sinjai Jadi Sasaran Bedah Rumah dari Baznas

MC-SINJAI, 
Di tahun 2020 ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)  Kabupaten Sinjai menargetkan akan melakukan bedah rumah sebanyak 20 unit rumah u tuk warga yang kurang mampu di Kabupaten Sinjai. 

Meskipun dalam suasana pandemi,  Jumlah ini sedikit meningkat dibanding tahun 2019 yang telah melakukan bedah rumah untuk 14 unit rumah. 

Ketua Baznas Sinjai Ahmad Muzakkir daat ditemui di Kantornya,  Rabu (23/9/20) mengatakan bahwa dalam waktu dekat program bedah rumah ini akan segera dilauching dengan sasaran tahap pertama ada 6 unit rumah yang tersebar di 6 kecamatan. 

Enam kecamatan ini berada di Sinjai Utara,  Sinjai Timur,  Tellulimpoe,  Sinjai Borong,  Sinjai Selatan dan Sinjai Tengah. 

"Seperti tahun lalu,  Bedah rumah kita mulai di bulan September,  hal ini karena cuaca saat ini sudah memasuki musim kemarau sehingga kita harap semuanya bisa berjalan dengan maksimal, " jelasnya. 

Setiap rumah dialokasikan anggaran sebesar 20 juta ruoiah dan dlaam proses pekerjaannya melibatkan aoarat TNI dan Polri. 

Adapun sumber dana ini merupakan zakat dan infak dari para mustahik yang ada di Kabupaten Sinjai. Dalam laporan per bulan juni  atau smester pertama tahun 2020, total pengumpulan zakat yang dilakukan Baznas Sinjai sebesar 400 juta ditambah pengalihan dana dari tahun 2019.

"Ada sedikit trend kenaikan dibanding tahun lalu. Pasca ramadhan rata-rata zakat yang twrkunpul srbanayak 80 juta rupiah tiap bulan," jelasnya. 

Ahmad Muzakkir menambahkan donatur zakat ini dominan daru Aparatur Sipil Negara (ASN)  yang ada di Sinjai, baik dari instansi vertikal maupun Indtansi Pemkab Sinjai. 

"Sudah ada 14 instansi yang secara rutin mengumpulkan zakat hartanya melalui Baznas Sinjai dan berdasarkan informasi,  dalam waktu dekat beberapa instansi lain juga akan menyetor zakatnya seperti dari Sekretariat DPRD termasuk didalamnya seluruh anggota DPRD dan juga dari Sekretariat Daerah Sinjai, " bebernya.

Tahun 2022, Seluruh Desa di Sinjai Nikmati Program Pamsimas

MC-SINJAI, 
Sebanyak 49 desa dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Sinjai saat ini sudah menikmati program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

"Program Pamsimas ini merupakan program nasional untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak melalui pendekatan berbasis masyarakat. Tujuannya antara lain adalah untuk meningkatkan praktik hidup bersih dan sehat di masyarakat dan meningkatkan jumlah masyarakat yang memiliki akses air minum dan sanitasi yang berkelanjutan.

Kepala Bidang Cipta Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sinjai Muh. Sabri mengatakan bahwa program ini juga merupakan program bersama yang melibatkan berbagai stakeholder, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan masyarakat.

"Lokasi sasaran Pamsimas diprioritaskan pada desa-desa yang belum memiliki cakupan pelayanan air minum aman dan sanitasi layak perdesaan dan kita targetkan semua desa yanf ada di Sinjai bisa menikmati program ini, " imbuhnya,  saat ditemui di Ruang Kerjanya,  Selasa (22/9/20).

Ia menyebut Program ini mulai dilaksanakan di Kabupaten Sinjai sejak tahun 2017 dan hingga di tahun 2019 program ini telah menyasar 49 desa. Sementara untuk tahun ini sedang berproses yang dilaksanakan di 10 desa. 

Di tahun 2017 lalu ada 12 desa yang menjadi lokasi pembangunan Pamsimas, tahun 2018 terdiri dari 22 desa,  tahun 2019 terdiri 15 desa dan di tahun 2020 ada 10 desa yang menjadi sasaran Pamsimas.

Adapun anggaran dari program ini ada yang berasal dari APBN reguler,  APBD Kabupaten serta melalui bantuan langsung masyarakat Hibah Insentif Desa (HID).

"Program ini merupakan salah satu program unfgulan Bupati yang tertuang dalan visi misi Bupati Sinjai 2018–2023 yaitu menjamin suplai air bersih untuk rakyat dan pembangunan sistem sanitasi," ujarnya. 

Lebih lanjut Sabri mengungkapkan bahwa sejak awal Pemerintah Kabupaten Sinjai dibawah pimpinan Bupati Andi Seto Asapa dan Wakil Bupati Hj. A. Kartini Ottong berkomitmen agar ptogram uni menyentuh seluruh desa yang ada di Sinjai. 

"Dari 67 desa di Sinjai hingga tahun ini program Pamsimas sudah menyentuh 59 desa, berarti masih ada 8 desa. Di tahun 2021 kita sudah usulkan 5 desa dan ditahun 2022 kita akan usulkan juga di 3 desa lainnya sehingga Insya Allah di tahun 2022 atau sebelum masa akhir jabatan Bupati Sinjai berakhir semua desa sudah bisa menikmati program Pamsimas ini, " ungkapnya.

Iapun berharap kepada seluruh pihak agar memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pelaksanaan program Pamsimas ini dengan memelihara dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya sehingga keberlangsungannya dapat dirasakan dalam waktu jangka panjang.

Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui P2L

MC-SINJAI, 
Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan saja, tapi juga berimplikasi terhadap ketahanan pangan keluarga. Sebagai solusi, Pekarangan Pangan Lestari (P2L) diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam masa pandemi.

“Program Pekarangan Pangan Lestari ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman sayuran dipekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai Ir. Sultan. H. Tare saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (22/9/20).

Menurut  Sultan, kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemanfaatan lahan pekarangan sangat dirasakan manfaatnya. “ Ditengah pandemi ini kita dituntut untuk lebih banyak dirumah dan tetap produktif sehingga kegiatan seperti ini sangat cocok untuk dilakukan karena  kebutuhan sehari-hari terpenuhi,” tutur dia.

Untuk tahun 2020, ini sebanyak 6 kelompok wanita tani (KWT)  dari  6 desa yang ada di 5  kecamatan di Kabupaten Sinjai mendapat bantuan dari APBN pusat sebesar 60 juta rupiah untuk setiap KWT.

Anggaran ini dimanfaatkan untuk pembangunan kebun bibit, pelaksanaan demplot, pelaksanaan pengembangan pekarangan, dan pelaksanaan pascapanen.

"Jadi dana itu langsung masuk ke rekening masing-masing KWT,  kami di Dinas Ketahanan Pangan hanya melakukan pembinaan dan penflgawasan terhadap program ini, " ujarnya. 

Sultan menjelaskan tujuan program P2L diantaranya menanggulangi masalah stunting yang terjadi di tengah masyarakat, meningkatkan ketersediaan pangan pada tingkat individu dan keluarga khususnya pangan yang murah, mudah dan aman bagi keluarga.

"P2L juga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat terutama lingkungan hidup menjadi lebih nyaman, indah dan sehat. Serta meningkatkan kesejahteraan pada tingkat keluarga," tandas Sultan.

Sekda Sinjai Ikuti Pembukaan EPPD Se-Sulsel

MC-SINJAI, S
ekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sinjai Drs. Akbar didampingi Asisten Pemerinahan dan Keara Setdakab Sinjai Dr. H. Mukhlis Isma dan Inspektur Inspektorat Kabupaten Sinjai A. Adeha Syamsuri mengikuti pembukaan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah (EPPD) Se-Provinsi Sulsel secara virtual dari Ruang Kerja Sekda Sinjai,  Senin siang (21/9/20).

Kegaliatan yang diselenggarakan oleh Timnas EPPD dari Kementerian Dalam Negeri, ini duka aecara resmi oleh Sekretaris Provunsi Sulsel Abd.  Hayat Gani. Kegiatan evaluasi ini akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari, dari tanggal 22 sampai 23 September 2020.

‎Sekretaris Provinsi Sulsel Abd. Hayat mengatakan bahwa  kegiatan ini pada dasarnya merupakan rangkaian proses pengumpulan data secara sistematis, terhadap kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah dengan sistem pengukuran kinerja.

Oleh sebab itu, penting bagi semua perangkat daerah diseluruh kota/kabupaten untuk menyajikan kelengkapan data yang diperlukan oleh Tim Evaluator Kementrian Dalam Negeri, agar data-data yang disajikan dalam dokumen dapat divalidasi dan dipertanggung jawabkan.‎

"Seluruh rangkaian kegiatan evaluasi diharapkan berjalan dengan baik dan lancar, serta dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, khususnya di Sulsel, " pungkasnya. 

Sekda Sinjai Drs. Akbar menyampaikan bahwa berdasarkan penyampaian tim evaluator secara virual,  Kabupaten Sinjai dlaam pembuatan LPPD belum ada temuan.  

"Ini merupakan motuvasi bagi Pemda,  namun disisi lain masih ada hal yang harus dibenahi dan kita harap OPD bisa menindaklanjuti zona yang masih perlu ditingkatkan agar bisa menghasilkan laporan yang maksimal dan tidak bertentangan dengan regulasi yang ada, " katanya. 

Akbar menambahkan bahwa selama ini Kabupaten Sinjai selalu masuk dalam enam besar LPPD terbaik di Sulsel sehingga Akbar berharap prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan bisa ditingkatkan  sehingga kualitas pelaporan jauh lebih baik.

Kwarcab Sinjai Raih Juara Umum MTQ Pramuka Se-Sulsel

MC-SINJAI, 
Meski Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Sinjai yang dinakhodai Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) baru dilantik beberapa bulan lalu, namun Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Sinjai, telah mampu mengukir prestasi membanggakan. 

Raihan prestasi tersebut diperoleh dalam dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) antas Pramuka Kabupaten/Kota ini merupakan yang pertama se Sulawesi Selatan yang mengangkat tema Mewujudkan Generasi Pramuka Cinta Al Quran.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 peserta, yang terbagi dalam dua tingkat perlombaan, yaitu tingkat Siaga – Penggalang dan Penegak-Pandega.

Official Kwarcab Sinjai Syamsul Alam Hidayat saat ditemui,  Senin (21/9/20) mengatakan bahwa tiga peserta yang diutus oleh Sinjai mampu menunjukkan preatasi yang menggembirakan drngan meraih 2 medali emas dan 1 perak. 

Raohan ini mengantarkan Kwarcab Sinjai menjadi juara umumdalambperhelatan yang baru petama kalinya dilaksakan. 

Lomba ini dilakukan secara virtual  dilaksanakan di Aula Handayani Kantor Dinas Pendidikan Sinjai dari tangfal 12 hingga 20 September 2020.

Syamsul menyampaikan rasa syukurnya sebab anak Pramuka Sinjai mampu melewati semua seleksi hingga ke tahap final di semua cabang yang dilombakan.

“Alhamdulillah, ketiga anak Pramuka Sinjai masuk final, tingkat penggalang dan penegak” ungkap Syamsul Alam yang juga merupakan salah satu Guru di SMAN 1 Sinjai

Medali emas ini diraih oleh duo brrsaudara masing-masing Nurasni di golongan penggalang  putri dan Muamanah di golongan penegak putri. Keduanya berasal dari Kecamatan Sinjai Barat dan mereka kerap mengikuti ajang MTQ Tingkat Kabupaten Sinjai. 

Sedangkan Syakil yang berhasil meraih medali perak dati golongan penegak putra dari Kecamatan Sinjai Barat. 

Perhelatan MTQ I Pramuka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 ini telah ditutup Minggu sore (20/9/20).  Gelaran yang pekan lalu dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sulawesi Selatan H. Anwar Abubakar merupakan MTQ Pramuka Pertama di Indonesia dan akan menjadi rujukan seluruh Kwartir Daerah dan Nasional.

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates