Trending

Karutan Sinjai Ikut Balap Karung Bersama Warga Binaan

MC-SINJAI, Kepala Rutan Kelas IIB Sinjai, Akbar Amnur mengikuti lomba Balap Karung bersama sejumlah pegawai Rutan dan warga binaan dalam acara perlombaan olahraga tradisional di Rutan Sinjai, Jumat (31/3).

Dengan memakai seragam pakaian dinas harian (PDH) Kemekumham mereka berbaur bersama warga binaan meramaikan olahraga tradisional tersebut.

Perlombaan ini memberi tontonan menarik bagi seluruh warga binaan dan petugas Rutan Sinjai, terlebih warga binaan perempuan juga ikut meramaikan lomba tersebut.

Bahkan lebih menariknya, warga binaan juga mengikuti lomba tangkap ikan di kolam yang terdapat di halaman Rutan Sinjai. Mereka berlomba-lomba menangkap ikan demi mendapatkan hadiah berupa uang tunai dari Kepala Rutan Sinjai.

Kepala Rutan Sinjai Akbar Amnur mengatakan, selain memeriahkan hari Bhakti Pemasyarakatan, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi dan sebagai sarana hiburan bagi warga binaan. (AaNd).

Kasus WNA India Pemilik KTP Sinjai Masih Tahap Pro Justisia

MC-SINJAI, Kantor Imigrasi Kelas I Makassar masih melakukan penyelidikan Penegakan Hukum Keimigrasian (Pro Justisia) terhadap warga negara asing (WNA) asal india, Safir yang ditangkap pihak Imigrasi Makassar sejak Januari lalu saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Makassar untuk pulang ke negaranya guna menjenguk ibunya yang tengah sakit.  
   
Kepala  Kantor Imigrasi Kelas I Makassar, Haspion Irman saat ditemui di sela-sela Pembentukan Tim Pengawas Orang Asing di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, mengatakan kasus tersebut masih dalam pro Justisia sambil menanti hasil pemeriksaan berupa penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan keterangan dari saksi.

"Jadi kita tunggu saja hasilnya nanti, sebab untuk penyelidikan ini masih dalam proses sesuai Pro Justisia mengumpulkan bukti," tegasnya.

Ketika ditanya mengenai ancaman hukuman, Haspion mengatakan bahwa jika terbukti melanggar hukum maka ancaman pidana maksimal yang dikenakan 5 tahun penjara atau denda Rp 500 juta  dan setelah menjalani hukuman maka akan dideportasi ke negara asalnya.

Saat ini Safir telah ditahan oleh pihak Imigrasi makassar sejak januari lalu. Ia ditahan karena tidak memiliki visa tinggal di Indonesia dan telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejak tahun 2011 silam dengan alamat Desa Bua, Kecamatan Tellulimpoe. (AaNd)

Penandatanganan Kontrak Kinerja Lingkup RSUD Sinjai

MC-SINJAI, Sebagai bentuk pemantapan kinerja dan integritas di Jajaran Pejabat Struktural lingkup RSUD Sinjai, Kamis (30/3) dilakukan penandatanganan kontrak kinerja para Pejabat Struktural khususnya Eselon III dan IV, bertempat di Lantai II RSUD Sinja.

Kabag Tata Usaha RSUD Sinjai dr. Andi Julia Arisanti.,M.Kes mengharapkan dengan penandatangan kontrak kinerja pajabat eselon III DAN IV  memperkuat komitmen bersama dalam menjalankan tugas yang tertuang dalam lembaran dokumen kontrak kinerja.

"Penandatanganan ini diharapkan dapat menghasilkan tugas yang berkualitas, efektif dan akuntabel dan termasuk untuk mewujudkan pribadi yang bertanggung jawab dan bermartabat," katanya.

Penandatanganan kontrak kinerja ini disaksikan langsung oleh Direktur RSUD Sinjai dr.H.A.Amaluddin,Sp.PD. Dalam sambutannya ia mengharapkan para pejabat dapat berkomitmen penuh menjalankan tugas dan target yang ingin dicapai sesuai kontrak kinerja yang telah disepakati bersama. (AaNd)

Hukuman Singkat, Efek Sosialnya Besar

MC-SINJAI, Kepala Rutan kelas IIB Sinjai Akbar Amnur menyoroti vonis penjara selama 3 hari yang dialami oleh salah seorang warga Kabupaten Sinjai akibat hal sepele.

Menurut Akbar, vonis dengan masa hukuman 3 hari tersebut seharusnya tidak perlu ada jika hanya untuk memberi efek jera kepada pelaku.

Hukuman singkat tersebut kata Akbar hanya menghabiskan uang negara. "Di Rutan itu hitungan sekali makan satu orang tahanan Rp. 18 ribu dan kita beri tiga kali makan dalam sehari. Kalau hanya ditahan 3 hari disini dia hanya numpang tidur dan makan, bukan efek jera diperoleh," ungkapnya dihadapan awak media baru-baru ini.

Selain itu dampak sosial yang dialami oleh pelaku juga sangat besar pengaruhnya pada masyarakat.

"Mau dipenjara 3 hari, 3 bulan atau 3 tahun statusnya sama yakni mantan napi, jadi kasihan mereka yamg dipenjara hanya 3 hari juga dicap sebagai mantan napi ketika berada di tengah masyarakat," tuturnya.

Olehnya itu ia berharap kepada penegak hukum agar kiranya dapat mencermati persoalan seperti ini dan memberlakukan pidana alternatif selain hukuman penjara. (AaNd)

3.111 siswa SMA/SMK Akan Ikuti UN di Sinjai

MC-SINJAI, Sebanyak 3.111 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK)  se-Kabupaten Sinjai tengah bersiap-siap untuk mengkuti Ujian Nasional (UN). Berdasarkan jadwal, UN ini akan dilaksanakan serentak pada awal bulan April mendatang.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Wilayah Sinjai, Drs. Mappisau saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/3) mengungkapkan, seluruh sekolah sudah melakukan persiapan jelang pelaksanaan UN yang hanya tinggal satu pekan lebih. 

"Setiap sekolah sudah melakukan persiapan untuk melaksanakan UN, termasuk bagi sekolah yang menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)," ungkapnya.

Dia menyebutkan, jumlah peserta untuk Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) sebanyak 2.420 orang dan untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) sebanyak 691 orang siswa. Dari jumlah tersebut terdiri dari 16 Sekolah SMA dan 11 Sekolah kejuruan baik negeri maupun swasta.

Di Kabupaten Sinjai, Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  hanya dilaksanakan di SMA 1 Sinjai dan seluruh sekolah SMK, sementara sekolah lainnya masih menggunakan ujian berbasis kertas.

"Kami harap para siswa harus benar-benar belajar yang baik tak hanya di sekolah tapi juga di rumah, ini supaya nantinya bisa memperoleh nilai UN yang maksimal, sehingga mereka semua bisa lulus" Harap Mappisau. (AaNd)

Polres Sinjai Gencar Sosialisasi Penerimaan Polri Tahun 2017

MC-SINJAI, Kepolisian Resort Sinjai, gencar melaksanakan sosialisasi penerimaanan Polri  terpadu Tahun anggaran 2017. 

Kegiatan ini terus dilakukan oleh Bagian sumber daya Polres Sinjai dengan sasaran sekolah SMA/SMK/MA yang ada di wilayah Kabupaten Sinjai.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang penerimaan Polri  agar para pelajar dapat mempersiapkan diri baik fisik, maupun mental sejak jauh hari. 

Disamping itu untuk menjaring animo dan minat sebanyak mungkin masyarakat Kabupaten Sinjai khususnya anak sekolah  untuk menjadi anggota polri.

Kabag Sumda Polres Sinjai, Kompol Amir Yahya usai melakukan sosialisasi melalui Radio Suara Bersatu FM, Jumat (24/3) mengatakan bahwa ada tiga kategori yang bisa dipilih oleh pelamar yakni Akademi Kepolisian (Akpol), Brigadir Polisi (Bintara) dan Tamtama Polri. 

"Bagi  yang berminat dan memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri secara online pada website www.penerimaan.polri.go.id dan telah di buka pendaftarannya  sejak tanggal 14 Maret s/d 15 April 2017," katanya.

Sosialisasi penerimaan anggota Polri ini juga dilakukan dengan cara pembagian pamplet/brosur di tempat- tempat umum   sehingga diharapkan warga masyarakat paham dan mengerti tentang penerimaan anggota Polri, dan juga syarat-syarat yang harus dipenuhi serta mengerti perekrutan tersebut tidak di pungut biaya atau gratis.

"Kami jamin dalam penerimaan Polri ini tidak ada pungutan alias gratis, sehingga siapa saja anak-anak kita yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri menjadi anggota Polri," ungkapnya. (AaNd)

Balitbangda Sinjai Kembangkan Desa Inovatif Dukung SIDa

Kepala Balitbangda Sinjai, Ir H. Muh Jamil
MC-SINJAI, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) akan fokus pada riset  dan pengembangan sesuai potensi daerah. 

Kepala Balitbangda Sinjai, Ir.H. Muh Jamil saat ditemui mengatakan bahwa sebagai organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru, di tahun 2017 ini pihaknya akan merencanakan berbagai kegiatan sesuai dengan tupoksi masing-masing bidang.

Beberapa agenda yang akan dilakanakan tahun ini diantaranya melakukan riset pemetaan klarifikasi lahan dan penyesuaian lahan terhadap berbagai komoditi. "Kita akan turun langsung ke seluruh kecamatan kecuali Kecamatan Pulau IX untuk melakukan pemetaan lahan," jelasnya.

Dalam upaya mendukung Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Balitbangda Sinjai juga akan melakukan penelitian terhadap pengembangan desa inovasi dan mendorong seluruh desa untuk melakukan inovasi sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing.

Muh. Jamil mengatakan, pengembangan desa inovatif adalah sebuah terobosan untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam di desa setempat.

Selain itu, Balitbangda Sinjai bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi RI akan melakukan pengembangan benih padi 20 ton/hektar, pengembangan gula merah dan Sapi. (AaNd)

Kegiatan Olahraga Warnai Hari Bhakti Kemasyarakatan

MC-SINJAI, Memperingati Hari Bhakti Kemasyarakatan Tahun 2017, Rutan kelas IIB Sinjai melakukan berbagai kegiatan olahraga, salah satunya adalah pertandingan olahraga bola futsal dengan memakai sarung.

Pertandingan ini mempertemukan antara pegawai rutan melawan warga binaan, di halaman Rutan Sinjai, Rabu (22/3).

Kepala Rutan Sinjai, Akbar Amnur mengatakan bahwa srlain sebagai sarana hiburan, pertandingan ini juga untuk mempererat silaturhmi antara pegawai rutan dengan warga binaan. Pertandingan ini berlangsung seru dan menjadi tontonan menarik bagi warga binaan Rutan Sinjai.

Bahkan Kepala Rutan Sinjai, Akbar Amnur ikut bermain dalam pertandingan yang berhasil dimenangkan oleh warga binaan Rutan Sinjai.

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh Warga Binaan mengikuti Upacara pembukaan kegiatan olahraga memperingati Hari Bhakti Kemasyarakatan yang dipimpin langsung Kepala Rutan Sinjai.

Selain bola futsal, beberapa kegiatan olahraga lainnya juga digelar sepertu bola volly, lari karung, sepak takraw dan olahraga lainnya. (AaNd)

Pemkab Sinjai Sosialisasikan SOTK Pemdes

MC-SINJAI, Rapat Koordinasi Terpadu Bidang Perekonomian, Kesejahteraan Rakyatyang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Selasa (21/3) juga disosialisasikan terkait dengan pembentukan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK)  Pemerintah Desa dan pembinaan perangkat desa agar tidak terjadi kekeliruan yang dapat bertentangan dengan aturan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sinjai Andi Zainal Arifin Nur mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada Kepala desa dan perangkatnya terhadap tugas pokok dan fungsinya masing-masing khususnya SOTK pemerintah desa.

Ia meminta kepada desa agar segera memenuhi ketentuan yang dipersyarakatkan dalam hal ini SOTK sebab hal tersebut sebagai rumah organisasi perangkat desa.

Sebelum menyusun SOTK, perangkat desa diharapkan mampu mengetahui kondisi desa masing-masing, Sesuai potensi dan perkembangan masyarakat.desa "Jadi sebelum menyusun SOTK, kepala desa harus tahu apakah desa mereka termasuk desa tradisional, swadaya, swakarya atau swasembada," jelasnya.

Hingga saat ini baru ada sekitar 20 desa yang telah menyusun SOTK pemerintah desa, dan setelah menyusun SOTK, maka pemerintah desa harus menyusun perdes tentang tata cara pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa yang harus sesui dengan ketentuan perundang-undangan yang ada. 

Ditempat terpisah Ketua Komisi I DPRD Sinjai, Musawwir menyampaikan bahwa, berdasarkan hasil konsultasi bersama pihak Kemendagri, Kepala desa yang melakukan pelanggaran sumpah jabatan dalam hal ini melanggar peraturan perundang-udangan, dapat ditindaki langsung dengan diberhentikan oleh Bupati, sehingga ia berharap peraturan ini dapat tersosialisasikan dengan baik. (AaNd)

Putra Sinjai Ini Motivasi Pemuda Indonesia Bantu Imigran di Malaysia

                                                                      Foto :. Nurhidayatullah
MC-SINJAI, Pembangunan di Bidang pendidikan untuk anak Indonesia belum merata, apalagi bagi mereka yang berada dan menetap di Luar negeri.

Realitanya tercatat sekitar 20.000 anak buruh migran yang ada di Malaysia dan hanya sekitar 700 anak Indonesia yang mendapatkan pendidikan, hal ini sangat berbanding terbalik yang tertera pada pasal 31 ayat 1 UUD 1945 disebutkan bahwa “setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.

Melalui program Volunterism Teaching Indonesian Children (VTIC) Cycle 5 oleh VTIC Foundation bekerjasama pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Malaysia dan Konsulat Jendral Republik Indonesia Kuching, mengirim 40 relawan untuk mengajar ke sekolah-sekolah non formal yang ada di Sarawak, Malaysia.

Untuk masuk menjadi relawan, Seleksi dilakukan secara ketat, mulai dari tahapan seleksi berkas, video microteaching dan wawancara. Dari hasil seleksi ini salah seorang pemuda Sinjai Nurhidayatullah terpilih menjadi relawan dan menyingkirkan ribuan orang yang tidak lolos seleksi.

Selama kurang lebih 1 bulan Nurhidayatullah mengabdi dan tinggal bersama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) demi misi dalam pemerataan pendidikan.

Kegiatan ini berlangsung pada bulan agustus 2016 lalu, bertepatan dengan momen perayaan HUT RI ke 71. Hingga kini Nurhidayatullah masih kerap berdiskusi via media sosial untuk pengembangan pendidikan bagi Cikgu (sebutan guru di Malaysia) dan siswa-siswanya yang ada di Sarawak.

 "Setiap keluhan dan pencapaian yang telah dirah siswa kami disana  kerap kali menjadi bahan diskusi bagi kami disini," kata Nurhidayatullah.

Nurhidayatullah yang juga Pendiri Gerakan Sinjai Muda bercerita tentang pengalamannya selama di Sarawak dan ikut merasakan apa yang dialami para TKI di negeri jiran Malaysia.

Mahasiswa asal Universitas Negeri Makassar ini berharap para saudara kita yang ada di tanah air mampu memberikan semangat dan motivasi kepada siswa disana untuk terus mendapatkan pendidikan yang lebih layak.

“Semoga saudara-saudara kita tergoyahkan hatinya untuk membantu putra-putri Indoneisa yang ada di Malaysia, sebab disana mereka sangat membutuhkan bantuan, berupa seragam sekolah, buku dan alat tulis lainnya”, harapnya.

Gedung Samsat Tidak Layak Lagi, Ini Kata Kepala Bapenda Sulsel

MC-SINJAI, Pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Sinjai dinilai sudah maksimal meski kantor terlihat sudah tidak layak dan memprihatinkan.

Muh. Salam, salah seorang warga Sinjai mengatakan bahwa program pelayanan Samsat dinilai telah maksimal seperti bebas dari pencaloan dan pelayanan pegawai.

Namun ia menyoroti kondisi gedung Samsat yang dinilai tidak memadai khususnya ruang pelayanan yang sempit apalagi jika dipenuhi oleh warga yang ingin mengurus pajak kendaraan.

”Ruangannya sempit, ada kursi tunggu disiapkan, tapi jika wajib pajak sudah penuh maka ruangan akan terasa sumpek dan tidak leluasa bergerak,” katanya.

Saat dimintai tanggapannya terkait hal ini, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Drs. H. Tautoto TR saat ditemui usai menghadiri Sosialisasi Pajak Daerah yang dilaksanakan oleh Samsat Sinjai, di Hotel Sinjai, Senin (20/3) menyadari hal itu.

Menurutnya, banyak aset propinsi di Kabupaten Sinjai namun saat ini statusnya di pinjamkan kepada Pemkab Sinjai. Untuk itu ia berharap adanya kerjasama dan bantuan kepada Pemkab Sinjai untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami harap adanya bantuan Pemkab Sinjai sebab kami bekerja disini untuk masyarakat Sinjai juga, apalagi pajak bagi hasil dari Propinsi mencapai 32 milyar rupiah," pintanya.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Sekertaris Propinsi Sulsel agar kedepan ada komunikasi dengan pihak Pemkab Sinjai. (AaNd)

Hari Ini Pelaksanaan UAMBN di Sinjai Mulai Digelar

MC-SINJAI, Sebanyak 236 siswa Madrasah Aliyah (MA) mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) di MAN 1 Sinjai Utara, Senin (20/3).  

Selain diikuti oleh Siswa MAN 1 Sinjai Utara, di sekolah ini juga terdapat sekolah pengikut yakni, MAS Darul Istiqamah Bongki, MAS Nurul Iman batulappa, MAS Alkhaerat Barambang dan MAS Al Umm Laiya.

Kepala MAN 1 Sinjai Utara, dra. Kamriati Anies mengatakan bahwa selama sepekan ini pihaknya menyelenggarakan 3 jenis ujian. Selain UAMBN, juga akan dilaksanakan Ujian Madrasah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

"Dalam sepekan kedepan kita akan laksanakan tiga bentuk ujian dan hasil dari ujian ini nantinya juga menentukan sangat menentukan kelulusan siswa," jelasnya.

Kamriati menambahkan bahwa ujian yang berlangsung selama sepekan ini adalah merupakan mata pelajaran yang tidak dimasukkan dalam Ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) yang baru akan dilaksanakan pada tanggal 10 April 2017 mendatang.

Sementara itu, kepala Kantor Kemenag Sinjai, Drs. H. Mudarak Dahlan saat melakukan pemantauan pelaksanaan UAMBN di MAN 1 Sinjai Utaramengharapkan  agar pelaksanaan UAMBN bisa berjalan dengan tertib, aman, dan jujur.

"Kami harap tidak ada kendala yang dihadapi oleh siswa dalam mengikuti ujian ini, termasuk pada pelaksanaan UNBK nantinya semuanya dapat berjalan sesuai harapan kita," jelasnya.

Di Kabupaten Sinjai, ada 14 sekolah penyelenggara yang melaksanakan UAMBN dengan jumlah total siswa sebanyak 893 orang baik Madrasah Aliyah Negeri maupun swasta. (AaNd)

Sinjai Kelebihan 154 Guru SMA/SMK

MC-SINJAI, Dinas Pendidikan Propinsi Sulsel baru saja menyelesaikan verifikasi dan pendataan jumlah guru, serta kebutuhan di setiap SMA/SMK negeri di wilayah Sulsel.

Dari hasil verifikasi, ditemukan jika tingkat penyebaran guru di kabupaten/kota tidak merata. Ada yang kelebihan, namun ada pula yang kekurangan.

Dari hasil pendataan, di Kabupaten Sinjai kelebihan sekitar 154 guru SMA dan SMK yang berstatus PNS. 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, H. Irman Yasin Limpo ketika berkunjung di Kabupaten Sinjai. "Rinciannya Sinjai kelebihan 100 guru SMA dan 54 guru SMK," jelasnya.

Menurut Irman, idealnya jumlah guru di Sinjai sebanyak 469 orang tapi yang ada sekarang 623 orang. Hal ini berdasarkan perhitungan rasio  satu guru idealnya mengajar 20 siswa.

Irman menjelaskan secara umum, Sulsel kelebihan guru SMA/SMK, jumlahnya cukup besar yakni 2.129 guru. Jumlah guru PNS yang tercatat sebanyak 16.405 orang. Sedangkan kebutuhan guru di Sulsel hanya sekitar 14.276 orang.

“Artinya ada kelebihan sekitar 2.129 guru. Itu secara umum. Jadi artinya ada memang kabupaten/kota yang surplus guru cukup banyak. Ada juga yang kekurangan, ” ungkap lelaki yang akrab disapa None.

Terkait hal ini Disdik akan mempertimbangkan mutasi guru dari wilayah yang berlebihan ke wilayah yang kekurangan.

"Tidak menutup kemungkinan guru yang ada di Sinjai akan dimutasi ke Makassar atau Bone yang kekurangan guru, tapi semua ini tergantung kebutuhan," jelasnya. (AaNd)

Tahun Ini Irigasi Appareng dan Kalamisu Mulai Diperbaiki

Ketua DPRD Sulsel, H.M Roem SH
MC-SINJAI, Dihadapan Ketua DPRD  dan jajaran Pemerintah Propinsi Sulsel, Bupati Sinjai H. Sabirin Yahya mengharapkan berbagai permasalahan dan anspirasi masyarakat Sinjai yang menjadi kewenangan Propinsi Sulsel agar mendapat perhatian untuk ditindaklanjuti, Hal ini disampaikan ketika membuka Kegiatan Musrenbang Tingkat Kabupaten sinjai, di Gedung Pertemuan, Rabu (15/3).

Beberapa hal yang disampaikan Bupati yakni  seperti jalan kassi buleng-bontolempangan, revitalisasi sungai tangka, rehabilitasi irigasi apareng serta  irigasi Kalamisu yang  saat ini menjadi keluhan masyarakat setempat khususnya di Sinjai tengah dan Sinjai Selatan.

Selain itu Bupati juga mengharapkan adanya perbaikan pada objek-objek bersejarah yang ada di Sinjai seperti Benteng Balangnipa dan Taman Purbakala Batu Pake Gojeng yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Propinsi Sulsel.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Propinsi Sulsel, H. Moh. Roem menyampaikan bahwa terkait irigasi Apareng dan Kalamisu sebelumnya telah diusulkan menjadi prioritas utama pada tahun lalu namun karena adanya kebijakan pemerintah Pusat dalam pemotongan dana DAK, sehingga perbaikan irigasi ini ditunda.

Namun Mantan Bupati Sinjai ini mengatakan bahwa pada tahun ini sudah mulai dianggarkan dan sementara dalam proses tender. Untuk Irigasi Appareng mendapat suntikan dana hampir Rp. 20 Milyar dan Irigasi Kalamisu masih dalam paket kecil dengan dana berkisar Rp. 3 Milyar.

Lebih Lanjut dikatakan, untuk tahun ini Pemerintah Propinsi Sulsel juga akan mengalokasikan dana untuk penanganan abrasi Pantai Karampuang di Desa Pattongko Kecamatan Tellulimpoe. Sementara untuk pergantian jembatan yang ada di Poros Patongko dan Kajang baru akan direalisasikan pada tahun 2018 mendatang. (AaNd)

Hindari Konflik Antar Pengusaha Tv Kabel, Perlu Ada Pemetaan Wilayah

MC-SINJAI, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai mengundang   para pengusaha TV Kabel di Kabupaten Sinjai guna membicarakan beberapa hal terkait dengan penyiaran, di Ruang kerja Kepala Diskominfo dan Persandian Sinjai, Senin (13/3).

Guna menghindari konflik antar pengusaha TV Kabel, Kepala Diskominfo dan Persandian H. Firdaus mengatakan bahwa perlu ada pemetaan wilayah dalam mengcover pelanggan tv kabel.

"Jadi perlu ada pemetaan wilayah supaya mereka tidak saling mengklaim bahwa itu wilayahnya sebab jika tidak,  akan terjadi konflik sesamanya," jelasnya.

Untuk memperkuat kesepakatan tersebut PT Rimba Gojeng yang menaungi seluruh pengusaha TV Kabel di Sinjai diminta untuk membuat kesepakatan secara tertulis.

Selain itu itu H. Firdaus meminta kepada seluruh pengusaha Tv Kabel agar tidak menayangkan siaran yang mengandung unsur pornografi dan kekerasan.

Sementara itu para pengusaha Tv Kabel siap menindaklanjuti apa yang menjadi harapan Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai. (AaNd)

Pengusaha Tv Kabel Akan Siapkan Chanel Sinjai TV

MC-SINJAI, Pengusaha TV Kabel di Kabupaten Sinjai diminta agar menyiapkan satu chanel untuk lembaga penyiaran publik lokal, Sinjai TV.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai, H. Firdaus ketika melakukan pertemuan dengan para pengusaha TV Kabel, di Ruang kerjanya, Senin (13/3).

H. Firdaus meminta kerjasama dan dukungan seluruh pengusaha TV kabel sebab hal ini penting agar TV Lokal milik Pemkab Sinjai ini dapat dinikmati dan ditonton oleh warga Sinjai yang berlangganan Tv kabel.

Selain itu, lanjut Firdaus, manfaat yang diperoleh dengan adanya kerjasama ini, masyarakat dapat mengetahui dan menyaksikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah maupun kelompok masyarakat melalui chanel Sinjai TV.

Permintaan ini direspon baik oleh para pengusaha tv kabel yang berada dalam naungan PT Rimba Gojeng dan siap menyiapkan chanel khusus Sinjai TV.

H. Firdaus juga berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan membenahi kualitas Sinjai TV baik dari jangkauan siaran maupun content siaran sehingga Sinjai TV dapat menjadi sarana informasi dan hiburan bagi warga Sinjai. (AaNd)

Alasan Kadisdik Sulsel Bentuk UPTD

MC-SINJAI, Terkait peralihan kewenangan SMA dan SMK dari pemerintah Kabupaten menjadi kewenangan Pemerintah Propinsi di tanggapi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H. Irman Yasin Limpo saat berkunjung ke Kabupaten sinjai.

Ia bercerita bahwa pemerintah propinsi tidak pernah meminta adanya kewenangan ini sebab pihaknya sudah memiliki roadmap pendidikan selama lima tahun sesuai kepemimpinan Gubernur hingga 2018 yang hampir rampung.

Namun karena adanya pengalihan tersebut membuat tugas yang diemban semakin berat sehingga pihaknya membentuk UPT Dinas Pendidikan di seluruh Kabupaten/kota.

"Ibarat pesawat terbang, Kami sudah hampir landing dengan selamat namun tiba-tiba sebelum landing ada penumpang yang harus kita angkut yang muatannya lebih besar dari muatan yang ada," katanya.

Irman pun berguyon bahwa dirinya tidak gembira  dengan pemindahan kewenangan SMA/SMK, namun karena aturan yang menghendaki hal tersebut sehingga hal ini menjadi konsekuensi jabatan yang harus diterima.

"Jujur pengalihan kewenangan ini  sebenarnya saya tidak terlalu ikhlas walaupun saya tahu bahwa pemda juga tidak terlalu rela melepasnya," kata None sapaan akrab Irman. (AaNd)

Dinas LHK Sinjai Gelar Pelatihan Sampling Udara

MC-SINJAI, Untuk peningkatan kapasitas Laboratorium Lingkungan yang dimiliki oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sinjai, diadakan pelatihan sampling udara, bertempat di Aula Pertemuan Dinas LHK mulai tanggal 9-11 maret 2017.

Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LHK Sinjai, Evi  Kasim Noor mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh petugas Laboratorium kgususnya dalam hal pengambilan sampling udara.

"Kita inginkan supaya SDM para petugas Laboratorium Meningkat, apalagi laboratorium ini terus kita kembangkan menjadi akreditasi," katanya.

Sementara itu narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Bambang Hedratmo berharap agar para peserta dapat memahami dan menambah pengetahuan dalam hal parameter kualitas lingkungan yaitu udara. 

Sedikitnya ada 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini baik secara teori maupun praktek dimana sebagian besar adalah merupakan petugas Laboratorium Lingkungan. (AaNd)

DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2)

DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

17 Maret 2008 – 04:31 (Her Suharyanto)   Diposting oleh: Editor

(Rate: 7.00 / 1 votes)

Tulisan dengan judul yang sama, yang muncul pertama pada November 2007, mendapatkan sambutan beragam dari pembaca. Ada yang berterimakasih, dan ada pula yang tidak setuju. Pada kesempatan ini saya ingin berkomentar mengenai dua hal. Yang pertama adalah munculnya sejumlah e-mail yang kurang lebih mengatakan, “Kalau Anda tidak setuju pada investasi dinar Irak, tidak usah ribut. Biarkan orang lain mencari rezekinya sendiri.” Yang kedua sejumlah e-mail yang menyoal salah satu alasan untuk tidak membeli dinar Irak, yakni bahwa kemungkinan sulitnya menjual mata uang itu kelak. Atas alasan ini ada e-mail yang mengatakan, “Kok pusing amat. Kalau investasi kita bagus, kita bisa bawa dinar kita ke Timur Tengah atau langsung ke Irak dan menjualnya di sana.”

Tentang yang pertama, saya mohon maaf. Saya menulis jauh dari niat untuk menghalangi rezeki orang. Tetapi lepas dari itu mari kita berpikir dengan cara ini. Apa sih dampak dari tulisan saya? Ada beberapa jenis respon. Ada yang mengatakan, “Mas, saya perhatikan warning Anda. Tapi saya tetap jalan terus dengan sikap yang lebih hati-hati.” Ada teman penuli
... baca selengkapnya di DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Disdik Sulsel Siapkan Rp. 60 Milyar Untuk Guru Honorer

MC-SINJAI, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan memperjelas pengangkatan guru honorer. Hal itu diantaranya untuk melihat apakah pengangkatan tersebut tidak melanggar Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 48 Tentang Pengangkatan K1 dan K2. Sebab setelah pengangkatan K2 tidak boleh dilakukan pengangkatan honorer lagi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Disdik Sulsel H. Irman Yasin Limpo saat Rapat Koordinasi Kepala SMA, SMK, dan Pengawas Sinjai di Aula SMKN 1 Sinjai, Jumat (10/3).

Didalam Aturan yang ada katanya, dana yang bersumber dari negara hanya bisa membiayai tenaga honorer yang diangkat oleh pimpinan yaitu Gubernur di propinsi dan Bupati/Walikota di Kabupaten/kota.  Sedangkan yang terjadi saat ini banyak guru honorer Di kabupaten/kota diangkat oleh kepala dinas, kepala sekolah, dan lain-lain. 

"Jika Kepala Sekolah yang mengangkat jadi guru honorer apa dasar kami untuk mereka sebab itu melanggar aturan, jadi untuk sementara siapa yang bertanda tangan itu yang bertanggung jawab," kata None sapaan akrab Irman.

Pihaknya juga akan memvalidasi guru honorer sebab Pemerintah propinsi Sulsel telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 60 Milyar untuk menggaji guru honorer.

Validasi ini juga terkait, apakah mereka sudah memiliki syarat untuk menjadi seorang guru. Misalnya, latar belakang pendidikan S1, punya Akta IV, sesuai jurusan, dan apakah memiliki nomor urut guru. 

“Informasi yang beredar ada 16 ribu guru honorer di Sulsel, tetapi setelah saya minta data di korwas hanya berkisar tidak lebih dari 4 ribu guru honorer. Kalau memang memenuhi syarat, tidak melanggar peraturan Menteri dan memang dibutuhkan, kita akan gaji mereka,” jelasnya. (AaNd)

Pemkab Luwu Utara Belajar Penyiaran di Sinjai

MC-SINJAI, Pemerintah Kabupaten  Luwu Utara melakukan study banding di Kabupaten Sinjai guna mempelajari keberadaan TV lokal milik Pemkab Sinjai, Sinjai TV.

Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Komunikasi dan Informatika Diskominfo Luwu Utara, Brasilius, diterima langsung oleh Sekertaris Diskominfo dan Persandian Sinjai, DR. Mansur di Ruang Kerja Kadis Kominfo dan Persandian Sinjai, Kamis (9/3).

Brasilius mengatakan bahwa pihaknya datang ke Sinjai ingin mempelajari dan melihat langsung peralatan yang digunakan oleh lembaga penyiaran publik lokal, Sinjai TV dan Suara Bersatu FM.

"Kami melihat langsung di media sosial bahwa TV Sinjai sangat maju dengan penyiaran yang dilakukan. Setiap kegiatan Bupati disiarkan melalui Sinjai TV dan Radio Suara Bersatu. Ini yang mengispirasi kami kesini" katanya.

Ia berharap apa yang ada di sinjai dapat diterapkan dan diaplikasikan juga di Luwu Utara.

Sekertaris Dinas komunikasi informatika dan persandian Sinjai, DR. Mansur mengucapkan terimakasih atas kunjungan tersebut dan kedepannya dapat memotivasi daerah lain untuk membuat TV lokal. (AaNd)

Jelang Tahapan Pilkada, KPUD Konsultasi Dengan Disdukcapil Sinjai

MC-SINJAI, Menjelang dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah di Sinjai, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sinjai melakukan konsultasi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sinjai, Rabu (8/3).

Anggota KPUD Sinjai, Muh. Kasim mengatakan bahwa tujuan konsultasi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana progres penuntasan e-KTP saat ini.

"Ini erat kaitannya proses pemutakhiran data penduduk yang akan dilakukan KPUD Sinjai karena setiap pemilih nantinya wajib memiliki KTP elektronik," katanya.

Hal Serupa diutarakan oleh Komisioner KPUD Sinjai, Nurhikmah yang berharap agar Dusdukcapil Sinjai dapat memberikan data penduduk yang akurat agar tidak terjadi permasalahan nantinya.

Sementara itu, Kadisdukcapil Sinjai, Akmal yang menerima langsung komisioner KPUD Sinjai di ruang kerjanya,  siap memberikan data akurat yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dalam mengeluarkan daftar pemilih di Kabupaten Sinjai.

Menurutnya, saat ini penduduk yang telah memiliki KTP elektronik sekitar 90,65% dari total wajib KTP dan pihaknya berjanji akan menuntaskan di akhir tahun ini. (AaNd)

KPP Pratama Optimis Capai Target Pajak

MC-SINJAI, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bulukumba yang merupakan naungan dari Kantor KP2KP Sinjai tidak mencapai target penerimaan pajak tahun 2016. Dari target yang ditentukan sekitar Rp. 368,65 Milyar hanya sekitar 68 persen yang mampu direalisasikan.

Kepala Kantor KPP Pratama Bulukumba, Sofyan dalam acara pekan panutan penyampaian SPT Tahunan PPh orang pribadi di Lingkup Pemkab Sinjai mengatakan, bahwa kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dinilai masih rendah.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, diantanranya, kondisi ekonomi yang lemah serta turunnya harga minyak yang juga ikut mempengaruhi penerimaan pajak.

Untuk tahun 2017 ini kata Sofyan, target penerimaan pajak KPP Pratama turun dibanding tahun lalu yakni hanya berkisar Rp. 334 Milyar. Pihaknya optimis target ini dapat direalisasikan hingga di akhir tahun ini.

"Kita tetap optimis dapat mencapai target ini dan semoga masyarakat dapat memberikan dukungan dengan membayar pajak tepat waktu," tegasnya.

Di Kabupaten Sinjai Sendiri jumlah wajib pajak berjumlah 18.226 wajib pajak yang terdiri dari 16.865 perorangan dan 1.461 dari badan. (AaNd)

Bupati : PNS Harus Jadi Panutan Dalam Membayar Pajak

MC-SINJAI, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bulukumba KP2KP Sinjai bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sinjai menggelar Pekan Panutan penyampaian SPT Tahunan Pajak penghasilan (PPh) orang pribadi lingkup pemerintah kabupaten Sinjai, bertempat di ruang Pola kantor Bupati Sinjai, Selasa (7/3).

Kepala KPP Pratama Bulukumba Sofyan mengatakan bahwa SPT yang dilaporkan akan menjadi contoh teladan dan panutan bagi masyatakat. "Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan menyampaikan SPT tahunan melalui pelaporan online e-filing," katanya.

Sofyan juga menyampaikan SPT tahunan PPh wajib pajak orang pribadi tahun pajak 2016 selambat lambatnya disampaikan pada tanggal 31 Maret 2017. Sedangkan untuk SPT tahunan PPh wajib pajak Badan tahun 2016 batas waktu paling lambat tanggal 30 April 2017.

Masih Kepala KPP Bulukumba, menyatakan bahwa Tahun 2016 penerimaan negara dari sektor pajak masih rendah. Rendahnya penerimaan pajak pada tahun-tahun lalu berimbas pada pemetongan anggaran pada instansi vertikal maupun didaerah.

Sementara itu, Bupati Sinjai H. Sabirin Yahya dalam sambutannya juga mengharapkan kepada semua pejabat dan jajaran pemerintah kabupaten Sinjai dapat menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat wajib pajak dalam pemenuhan kewajiban dibidang perpajakan dengan menyetorkan Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilannya.

Selain itu, Bupati Sinjai mengajak kepada seluruh wajib pajak diwilayah Kabupaten Sinjai untuk segera melaksanakan kewajiban menyampaikan SPT tahunan pajak penghasilan, baik untuk orang pribadi maupun badan.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Sinjai, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, para Kabag, dan pegawai lingkup pemerintah kabupaten Sinjai. (AaNd)

Selama Setahun, 44 Pernikahan Dini di Sinjai

MC-SINJAI, Angka pernikahan pasangan di bawah umur untuk Kabupaten Sinjai terbilang tinggi. Sejak awal tahun hingga Desember 2016, tercatat 44 pasangan bawah umur mengajukan permohonan dispensasi menikah. 

Batas usia minimal untuk menikah bagi perempuan yang diizinkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan adalah 16 tahun bagi wanita dan 19 tahun untuk pria.

Humas Pengadilan Agama Sinjai Drs.H. Abdul Jabbar saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari yang lalu membenarkan adanya  jumlah permohonan pernikahan di bawah usia yang ditetapkan undang-undang. 

Keputusan menikah muda ini, menurut dia, paling banyak terjadi lantaran sudah saling cocok dan mapan, tidak sekolah lagi dan hamil di luar nikah. Dengan alasan itu, petugas pencatat pernikahan sulit menolaknya.

Menurut Jabbar, sebenarnya, upaya pencegahan pernikahan dini merupakan tanggung jawab keluarga. “Di luar itu, ada faktor tradisi dan rendahnya pengetahuan keluarga,” tuturnya.

Dijelaskannya seseorang dikatakan menikah dini jika berusia di bawah 20 tahun. Idealnya perempuan menikah di atas 21 tahun sedangkan untuk laki laki idealnya menikah diusia 25 tahun. 

Ditambahkannya banyak risiko yang bisa terjadi pada pasangan yang menikah diusia dini. Untuk perempuan, terkait kesiapan reproduksi, terutama saat hamil dan melahirkan. Juga kesiapan mental yang dinilai belum stabil untuk menikah dan melahirkan anak.

"Karena kalau di bawah usia 20 tahun itu kesiapan reproduksi perempuan dalam melahirkan masih labil. Sehingga usia perempuan yang ideal menikah itu sebaiknya di atas 21 tahun," katanya. 

Hingga awal maret tahun ini pihaknya juga sudah menerima beberapa permohonan dispensasi kawin. (AaNd)

PSN Perisai Putih Sinjai Target bentuk Unit Baru di 10 Sekolah

MC-SINJAI, Setelah sukses pada kegiatan festival pesisir yang dihelat di Jakarta, pengurus Perguruan Silat Nasional (PSN) Perisai Putih Kabupaten Sinjai kembali melakukan koordinasi dengan seluruh anggotanya, Ahad (5/3/2016) di salah satu warkop yang ada di Kabupaten Sinjai.

Pengurus PSN PP A. Rahmatullah melalui rilisnya mengungkapkan bahwa rapat tersebut guna membahas perkembangan perisai putih kedepannya. 

"Rapat ini kami lakukan untuk mengkoordinasikan kembali dengan seluruh pesilat, terlebih lagi saat ini sudah banyak pihak sekolah yang meminta untuk dibentuk di masing masing sekolah. 

Di tahun 2017 ini kami menargetkan sekitar 10 sekolah yang akan kami bentuk unit baru olehnya itu kami juga harapkan kerjasama semua pihak," kata Rahmatullah. (AaNd)

Upaya Penguatan Lembaga, LPSE Didorong Jadi UPT

MC-SINJAI, Untuk mencegah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam lelang proyek pengadaan barang dan jasa di lingkup Pemerintah Kabupaten Sinjai, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sinjai terus mendorong penguatan Lembaga Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) sehingga proses lelang dilakukan terpadu, transparan dan akuntabel.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai, H. Firdaus S.Sos, M.Si, saat melakukan pertemuan dengan petugas pengelola LPSE terkait penguatan kelembagaan LPSE di Ruang Kerjanya, Jumat (3/3).

H. Firdaus menekankan pentingnya penguatan LPSE dengan mengikuti kelembagaan yang ada di Propinsi guna merealisasikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di Kabupaten Sinjai.

Pihaknya juga terus mendorong agar LPSE dapat menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga pengelolaan lebih fokus dalam memasukkan seluruh rencana umum pengadaan barang/jasa baik yang ada di SKPD maupun yang ada di Desa.

"Demikian juga proses lelang yang dibiayai APBD dan APBN dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien dengan mengutamakan penerapan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat, transparan, terbuka dan berlaku adil bagi semua pihak dan tentunya. Langkah awal yang kita butuhkan bagaimana LPSE ini busa ditingkatkan menjadi UPT dibawah Dinas Kominfo dan Persandian sinjai," jelasnya.

Guna menyamakan pemahaman dan persepsi agar proses lelang pengadaan barang/jasa sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihaknya akan mengundang semua SKPD di Sinjai

"Kita akan undang semua SKPD dan akan kita sampaikan bahwa semua pengadaan barang/jasa pemerintah melalui APBD, sekecil apapun nilai anggarannya wajib ditampilkan dalam sirup LPSE," kata Mantan Kadis perhubungan ini. (AaNd)

Mimpi

Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kata orang,kehidupan itu seperti mimpi. Sekejap saja, lalu ia berlalu pergi. Maka, sebagian orang menjalani kehidupannya dalam mimpi—berada di atas lalu jatuh ke bawah lagi, bangkit, lalu naik ke atas lagi.Jika hari ini ia bermimpi berada di selokan, maka keesokan harinya, bangunlah ia di atas tempat tidur sang Raja,ketika ia terbangun dari mimpinya di ranjang, ia menemukan dirinya kembali ke selokan. Begitu terus, rangkaian takdir yang tak pernah putus.

Lalu, mengapa aku tak boleh bermimpi? Apakah, karena mereka takut, aku tidak akan terbangun di tempat tidur sang Raja, namun, di tumpukan kardus sederhana ini? Tapi, setiap orang punya hak untuk bermimpi, karena mimpilah yang membebaskan nurani dari kenyataan yang menghimpit, angan-anganlah yang melepaskan pikiran dari kenyataan yang pahit. Kenyataan yang dihadapi sang pemimpi di selokan tadi.

Tapi, betapa mahalnya harga sebuah mimpi. Setiap kali aku mengucapkan ‘mimpi’, maka hanya akan caci maki yang kudapat. Ya, mimpi yang harusnya memb
... baca selengkapnya di Mimpi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pemkab Sinjai Keciprat Dana Rp 1 Milyar dari Pemprov

MC-SINJAI, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang menjanjikan dana untuk Pemerintah Kabupaten Sinjai sebesar Rp 1 milyar tahun 2017 ini. Dana tersebut berasal dari dana APBD propinsi Sulsel.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulsel Ir H. Agus Arifin Numang dihadapan Bupati Sinjai dan seluruh  undangan pada Puncak hari Jadi Sinjai ke 453 tahun di halaman Rumah Jabatan Bupati Sinjai.

"Terserah dari Pak Bupati dana ini mau digunakan untuk apa yang jelas untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," kata Agus.

Untuk ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten agar kiranya segera untuk menindaklanjuti bantuan tersebut dengan melakukan koordinasi ke Pemprov Sulsel. "Angka itu sudah ada, jangan sampai terlambat diproses dan kabupaten lain lebih cepat," jelasnya.

Selain itu di sektor perikanan, Kabupaten Sinjai juga mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi Rp. 2 miliar untuk alat perikanan dan benih serta beberapa bantuan lainnya  yang telah dianggarkan oleh SKPD untuk kabupaten/kota di Sulsel.

Agus menambahkan bahwa pada tahun lalu, Pemprov telah merampungkan jalan rusak poros Sinjai-Malino dengan anggaran sebesar Rp 8,2 miliar. (AaNd)

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates