Trending

Di Sinjai 1 Desa Miliki 4 PAUD

MC-SINJAI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sinjai mencatat jumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Di Sinjai mencapai 382 PAUD. Jumlah ini tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Sinjai.
 
Kepala Disdikpora Sinjai, Dra.Hj. Mas Ati saat ditemui mengatakan,, jumlah ini sudah melampaui dari program nasional untuk menumbuhkan pendidikan dini di setiap desa yang dikenal dengan nama "Satu Desa Satu PAUD".

"Kita di Sinjai sudah melampaui program nasional dimana satu desa satu PAUD, sedangkan di Sinjai sudah memiliki 382 lembaga PAUD yang sebar di 80 desa/kelurahan. Jadi estimasinya di Sinjai saat ini 1 desa 4 PAUD," ungkapnya.

Mas Ati menjelaskan lembaga PAUD adalah  satu bentuk pendidikan yang paling dasar bagi anak sebelum memasuki jenjang pendidikan formal yang selanjutnya. Pendidikan terhadap anak usia dini merupakan masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak karena menitikberatkan pada perkembangan jasmani dan rohani anak di usia emasnya, yaitu usia 0-6 tahun.

"Karakter anak terbangun sejak usia dini. Perilaku anak udi usia dini adalah cerminan ketika dia menjadi dewasa karena itu peranan PAUD, orang tua serta guru sangat besar dalam tumbuh kembangnya anak,"ujar Mas Ati. (AaNd)

Hari Sumpah Pemuda ke 86 : Pemuda Perekat Persatuan Bangsa

Wakil Bupati Sinjai H.A. Fajar Yanwar Selaku Inspektur Upacara
MC-SINJAI, Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sinjai serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sinjai menggelar Upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun 2014 bertempat di halaman kantor Bupati lama, Selasa (28/10).

Wakil Bupati Sinjai, H.A.Fajar Yanwar,SE selaku inspektur Upacara dalam sambutannya membacakan sambutan seragam Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyampaikan bahwa, dalam sejarah perjuangan bangsa, Hari Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan manjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa kita.

"Bagi para pemuda Indonesia, sumpah Pemuda merupakan manifestasi dari kepoloporan dan kepedulianya untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa bangsa lain di dunia. Sumpah Pemuda telah membulatkan tekad dan semangat seluruh anak bangsa untuk berjuang dan tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pelbagai upaya rongrongan terhadap disintegrasi bangsa dengan tekad NKRI adalah Harga Mati," katanya,

Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-86 tahun ini mengangkat tema “Bangun Solidaritas Pemuda dan Berkelanjutan” yang mengandung pesan bahwa kita berupaya agar para pemuda dapat memainkan perannya secara optimal sebagai perekat persatuan bangsa dalam pembangunan nasional. Jika pemuda solid maka bangsa kita akan semakin maju, kuat dan bersatu, sehingga pembangunan dapat kita laksanakan secara lancar dan berkelanjutan.

Usai upacara berlangsung penyerahan Tabungan Siswa Berprestasi bagi pelajar tingkat SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA.Serta hiburan Gendrang Bulo Binaan Sanggar Mts Sinjai Utara. (AaNd)

Peringati 1 Muharram, Odojers Sinjai Gelar Ngaos

MC-SINJAI,

Ketua Dewan Pengurus Area (DPA) Sinjai Andi Azzam menjelaskan Kegiatan di pusatkan di Lapangan Nasional Sinjai  dan di ikuti kurang lebih 40 odojers yang Terdiri dari dari ikhwan dan Akhwat dan juga adik- adik pelajar yang masuk dalam komunitas One Day One Juz.

Selain itu, kata dia tujuan digelar kegiatan ini adalah sebagai ajang silaturahim bagi Odojer, serta untuk membumikan Al-Qur'an Ditanah Sinjai yang dikenal sebagai bumi Panrita kitta.

Zahra yang juga merupakan Seksi Project Pada kegiatan ini mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat, karna bisa menjalin ukhuwah, mengaji berjamaah.

"Kita harapkan semoga kegiatan ini sekali sebulan diadakan atau sepekan kita Ngaos berjamaah agar bisa memasyarakatkan baca Qur'an dimanapun kita berada,"jelasnya. (AaNd)

Pekan Depan, Jemaah haji Sinjai Tiba di Tanah Air

MC-SINJAI, Masa haji tahun 1435 H/2014 M sudah usai. Kini, para jemaah haji  berangsur pulang menuju tanah air, termasuk jamaah haji dari Kabupaten Sinjai.

Sebanyak 185 orang jemaah haji Kabupaten Sinjai diperkirakan akan tiba di tanah air pada tanggal 31 Oktober 2014. Penyambutan jamaah haji asal Sinjai ini dilakukan di Bandara Sultan hasanuddin, Makassar.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sinjai, Drs. H. Mudarak Dahlan saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan, berdasarkan informasi dari tim pendamping di Arab Saudi, kondisi Jemaah haji Sinjai dalam keadaan sehat.

"Jadi kami selalu berkoordinasi dengan petugas pendamping haji, dan berdasarkan informasi terakhir kondisi jemaah alhamdulillah sehat semua," katanya.

Mudarak Dahlan Melanjutkan bahwa berdasarkan jadwal nantinya jemaah haji Sinjai akan mendarat di bandara Sultan Hasanuddin, Makassar Jumat 31 Oktober pukul 2.30 WITA malam.

"Diperkirakan pukul 05.00 wita jemaah kita sudah meninggalkan Asrama Haji Sudiang dan jika tidak ada halangan, akan tiba di Sinjai sekitar pukul 10.00 wita.

Mudarak meminta kepada keluarga jemaah agar tidak usah datang menjemput di Asrama haji Sudiang. "Ya kita harapkan keluarga jemaah tunggu saja di Sinjai," ujarnya singkat. (AaNd)

Disbunhut Gelar Pelatihan Penanaman

MC-SINJAI. Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Sinjai melalui UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi  (KPHP)  Model Jenberang menggelar pelatihan di aula Wisma Hawai, Kamis (23/10).

Ketua Panitia dari UPTD Kesatuahn KPHP Model Jeneberang, Peter mengatakan tujuan pelatihan ini untuk memberikan pengetahuan dan menambah wawasan terkait pengelolaan hutan di wilayah KPHP, serta untuk menyamakan persepsi tentang KPHP itu sendiri. 

KPHP Model Jeneberang sesuai SK Menhut Nomor SK.715/Menhut-II/2011 tanggal 19 Desember 2011 menetapkan  Kabupaten Bone, Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Gowa, Jeneponto, Takalar, sebagai KPHP Model Jeneberang. 

Sementara Ir. Ramlan, menanggapi mengenai permasalahan yang  terjadi beberapa waktu lalu  tentang aksi demo klaim masyarakat atas kawasan hutan, menurutnya hal ini terjadi karena ketidak tahuan masyarakat olehnya itu pihaknya akan melibatkan semua sektor untuk melakukan sosialisasi secara terpadu dan penuh agar tercipta tujuan yang ingin di capai bersama. 

Pelatihan diikuti oleh sejumlah kelompok tani hutan,  penyuluh  dan polisi hutan serta staf Disbunhut Sinjai. (L2)






Warga Sinjai Diminta Siaga Bencana Kebakaran

MC-SINJAI, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai, Junaedi Mustafa meminta kepada PNS dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk waspada tehadap ancaman kebakaran. Apalagi saat ini tengah berlangsung musim kemarau dan cuaca panas cukup ekstrim.

“Musim kemarau masih berlangsung hingga sekarang. Karena itu seluruh masyarakat harus siaga terhadap bahaya kebakaran,” ujarnya.

Junaedi Mustafa  mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian, dan mematikan semua alat yang dapat memicu terjadinya percikan api seperti kompor, seterika dan alat elektronik lainnya.

Selain itu, dia juga menyarankan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta menghindari penumpukan baha-bahan yang mudah terbakar seperti sampah.

“Meski demikian kami tidak akan bosan-bosan untuk terus mengingatkan masyarakat untuk tidak teledor menyalakan api pada musim kemarau tahun ini. Bahkan seruan tersebut kami serukan melalui media TV lokal dan radio,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi musibah kebakaran pihaknya telah melakukan sosialisasi di tingkat kecamatan, selain itu BPBD selalu siaga satu. Sedangkan untuk menghindari penelpon gelap yang kerap terjadi, BPBD Sinjai telah mencatat nomor ponsel seluruh kepala dusun maupun Kepala Lingkungan yang ada di Sinjai. (AaNd)

Siswa MAN 1 Tuangkan Ide Kreatif Melalui Mading

MC-SINJAI, Baru-baru ini Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sinjai Utara menggelar kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni yang dilaksanakan oleh OSIM MAN I Sinjai Utara.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian siswa dan tenaga pengajar adalah lomba majalah dinding (Mading).

Dra. Kamriati Anies,  selaku nakhoda di Madrasah tersebut memberikan spirit tersendiri bagi siswa/siswi dalam menuangkan ide-ide kreatif dalam bentuk tulisan dan karikatur dengan daya nalar masing-masing dengan pilihan tema yaitu bahaya narkoba, kedisiplinan dan bahaya merokok.

Sebagai Kepala Madrasah, Kamriati Anies merasa bangga dengan kegiatan yang diadakan OSIM tersebut. Menurutnya, lomba ini dilaksanakan bertujuan untuk merangsang kreativitas para siswa untuk memiliki kompetensi yang tidak kalah saing dengan siswa sekolah umum.

Hal tersebut katanya, merupakan salah satu bukti bahwa siswa MAN I dapat memberikan yang terbaik untuk Madrasah

Untuk itu, dia mengharapkan dukungan dari tenaga-tenaga pengajar semoga dalam lomba mading untuk tahun-tahun mendatang, siswa lebih diarahkan dengan pilihan tema yang lebih banyak lagi, harapnya. (AaNd)

KNPI SINJAI UTARA GELAR TALK SHOW SEX EDUCATION

Bahaya pergaulan bebas di kalangan pelajar harus diantisipasi sejak dini. Pasalya, pergaulan bebas berpotensi ke arah penggunaan Narkotika dan seks bebas yang menyebabkan terjangkit HIV/ AIDS.

Menyikapi hal tersebut Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)menggelar  goes to school dan salah satunya kegiatannya adalah talkshow sex education untuk kalangan pelajar tingkat SLTA, kegiatan ini   bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sinjai. 

Sebelumnya Kamis (18/10) kegiatan ini juga telah dilaksanakan di SMA Neg 1 Sinjai, dan  hari ini (Selasa, 21./10) di laksanakan di SMK Neg 1 Sinjai Utara. 

Ketua DPK KNPI Sinjai Utara, Saiful Ahmad mengatakan saat ini banyak kita jumpai dikalangan pelajar atau remaja yang putus sekolah karena hamil di luar nikah, hal ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan tentang seks di kalangan remaja, banyak orang tua yang menganggap tabu bila membicarakan seks kepada anak-anaknya, kurangnya sosialisasi terhadap remaja tentang seks, sehingga remaja banyak yang salah bergaul dan bergaul secara bebas, banyak remaja yang suka membaca maupun tayangan porno tanpa mereka sadari merekapun mencontoh hal buruk yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Dasar agama yang kurang juga mendorong remaja untuk melakukan hal-hal negatif yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

Acara ini dihadiri oleh ketua KNPI Sinjai, Irwan Syuaib dan berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan edukasi tentang pendidikan sex,serta dapat meminimalisir perilaku sex menyimpang dikalangan remaja. 

Peserta dari pelajar SMK Neg. 1 Sinjai ini sangat antusias mengikuti materi yang diberikalan oleh Dr Alimuddin yang mengupas tentang sex education dikalangan remaja.  

Selain talk show tentang pendidikan sex, agenda selanjutnya pada Senin (27/10) mendatang akan melaksanakan sosialisasi tertib lalu lintas bekerja sama dengan Polres Sinjai. (L2)




FRONT GERTAK DUKUNG PEMBEBASAN WARGA TURUNGAN BAJI

MC-SINJAI. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Gerakan Anti Perampasan Tanah Rakyat (GERTAK) melakukan aksi solidaritas perjuangan kerakyatan di  3 titik , yakni Lapangan Nasional (LAPNAS), Perempatan Lampu Merah - Diskominfobudpar, dan di depan Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan (DISBUNHUT) Sinjai,  Selasa (21/10).

Mereka menuntut pembebasan salah seorang warga Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, Bahtiar Bin Sabang, yang ditangkap pada 13 Oktober 2014 lalu atas dugaan menebang pohon dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas yang juga merupakan kebun tempat masyarakat bertani.

Mereka menilai, pemerintah daerah dalam hal ini Disbunhut tidak memberikan kejelasan tentang Kawasan Hutan Produksi Terbatas kepada masyarakat. 

Anggota GERTAK, Andis menambahkan  bahwa klaim Disbunhut ini mencakup beberapa desa, selain Desa Turungan Baji,  juga Desa Terasa, Bonto Salama, Bontokatute, Sao Tanre dan Gunung Perak. Menurutnya sejak tahun 1994, upaya kriminalisasi warga terjadi belasan kali hingga saat ini.

Mereka berharap ada kejelasan batas tentang kawasan hutan produksi kepada masyarakat agar tidak terjadi lagi konflik antara masyarakat dan pemerintah daerah,karena hal ini di karenakan ketidak tahuan masyarakat tentang kawasan hutan produksi terbatas. (L2).






Kantor Perpustakaan Sinjai Tambah Koleksi Buku 6 Ribu Eksamplar

MC-SINJAI, Semakin tingginya minat baca masyarakat, membuat Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Kabupaten Sinjai melakukan penambahan koleksi buku di tahun 2014 ini.

Tak tanggung-tanggung, jumlah buku yang akan ditambahkan itu ditargetkan sebanyak 6000 eksemplar dengan anggaran sebesar 60 juta rupiah.

"Untuk tahun ini, kita ada penambahan koleksi buku  berkisar 6000 buku. Adapun buku yang menjadi tambahan koleksi perpustakaan adalah buku referensi perpustakaan dan buku pelajaran kurikulum 2013" kata Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Sinjai, Drs. Badjuddin, saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Badjuddin, saat ini jumlah koleksi buku yang tersedia di KPAD Sinjai  berjumlah sekitar 40 ribu eksamplar dengan 3 ribu judul buku.  koleksi buku ini terdiri dengan berbagai tema, baik untuk anak-anak maupun umum.

Disamping persediaan bacaan dalam bentuk buku, Badjuddin mengaku bahwasanya pihaknya juga menyediakan taman dan cafe baca yang dilengkapi dengan internet gratis. Hal ini dilakukan, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Disinggung tingkat dominasi pembaca yang ada, Badjuddin mengungkapkan pembaca di KPAD Sinjai masih didominasi oleh mahasiswa dan kalangan umum. Sementara, kalangan pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA minat bacanya masih minim.

"Yang paling banyak itu umum dan mahasiswa. Hampir setiap hari mereka datang untuk sekedar membaca ataupun mencari referensi untuk menyelesaikan tugasnya. Namun, untuk pelajar tidak terlalu banyak karena di setiap sekolah sudah ada perpustakaan," pungkasnya. (AaNd)

KNPI Sinjai Pelopori Gerakan Pemuda Anti Narkoba

Ketua DPD KNPI Sinjai : Irwan Syuaib
MC-SINJAI, Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bulupoddo bersama Polres Sinjai dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sinjai menggelar sosialisasi tentang bahaya narkoba  di SMAN 1 Bulupoddo, Sabtu (18/10).

Ketua DPD KNPI Kabupaten Sinjai, Irwan Syuaib mengatakan bahwa, pihaknya bersama Polres dan BNK Sinjai mempelopori kegiatan gerakan pemuda anti narkoba.

Menurutnya, ini penting guna menghindari penyalagunaan barang terlarang dikalangan pemuda khususnya pelajar yang ada di Sinjai.

"Kegiatan ini sengaja kami lakukan dikalangan pelajar karena mereka rentang terlibat dalam  penyalahgunaan narkoba, apalagi adik-adik kita ini merupakan penerus bangsa," jelasnya.

Kasat Narkoba Polres Sinjai AKP Abdi Nur yang menjadi pemateri menyampaikan bahaya dan dampak  narkoba, jenis-jenis narkoba, dan harapannya setelah kegiatan ini ada tindak lanjutnya.

Abdi Nur mengharapkan kepada peserta agar mensosialisasikan dan menginformasikan tentang bahaya narkoba langsung ke teman, keluarga dan masyarakat.

"Minimal mereka tahu dulu masalahnya, setelah tahu mereka akan tahu apa yang akan mereka lakukan, dan katakan tidak pada narkoba," katanya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus DPD KNPI Sinjai, Kasat Narkoba Polres Sinjai, Camat Bulupoddo, Ketua DPK Bulupoddo bersama pengurus, dan ratusan pelajar SMAN 1 Bulupoddo. (AaNd)

POKMASWAS TUNRUNG TELLUE WAKILI SINJAI DITINGKAT NASIONAL

MC-SINJAI, Kelompok Masyarakat Pengawas Tunreng Tellue Desa Tongke-tongke kecamatan Sinjai Timur mewakili Kabupaten Sinjai dalam Lomba Kinerja Kelompok Mayarakat Pengawas (Pokmaswas) tingkat nasional tahun 2014.

Penyambutan Tim Penilai tingkat nasional berlangsung di Desa Tongke-tongke Kecamatan Sinjai Timur, Kamis (16/10). Pokmaswas ini adalah salah satu kelompok yang mampu meraih nominasi 10 besar tingkat nasional tahun 2014.

Wakil Bupati Sinjai, H.A.Fajar Yanwar,SE dalam sambutannya pada acara tersebut menyampaikan bahwa tugas dan fungsi Pokmaswas tidaklah ringan dan segampang, namun jika di dalam kelompok ini terjalin kerjasama yang harmonis baik teknik mengawas maupun administrasi pengawasan dan yang lainnya yang dibutuhkan dalam pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, maka tidak akan ditemui kesulitan.

"Kelompok masyarakat pengawas sumberdaya kelautan dan perikanan di Sinjai semuanya berjumlah sebelas kelompok, terdiri dari tujuh kelompok di desa/kelurahan pesisir dan empat kelompok di desa di Pulau Sembilan, semuanya terbentuk sejak tahun 2003," jelasnya

Dalam acara tersebut, hadir tim penilai dari Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulsel beserta rombongan. (AaNd)

Peringatan hari Cuci Tangan Sedunia di Sinjai

MC-SINJAI, Ratusan siswa SD Negeri 103 mempraktekkan cara mencuci tangan pakai sabun bersama-sama, Rabu (15/10) di Halaman SDN 103 Bontompare Kecamatan Sinjai Utara. 

Mereka mengampanyekan pola hidup sehat dengan mencuci tangan sekaligus memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia 2014 yang diperingati pada hari ini 15 Oktober 2014.

Kegiatan yang diadakan oleh Yayasan Peduli Negeri (YPN) bekerjasama Unilever dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sinjai ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai, Ny.Hj.Rahmatia Sabirin, Ketua Tim Penggerak PKK Sinjai Utara, Kepala UPTD Disdikpora Sinjai utara dan kader-kader PKK Sinjai.

Motivator program Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dari YPN, Zainal Abidin mengatakan, program ini sudah dilaksanakan di Sinjai sejak tiga tahun terakhir, dengan cara mengedukasi dan mengajak lebih banyak orang untuk CTPS guna meningkatkan kualitas hidup anak-anak.

"Gerakan mencuci tangan pakai sabun sedunia diharapkan dapat meningkatkan perilaku hidup sehat, mencegah timbulnya penyakit, sekaligus menurunkan tingkat kematian pada balita dan anak-anak. Program ini sudah kita laksanakan di 20 Sekolah SD yang ada di Sinjai," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sinjai Ny.Hj. Rahmatia Sabirin mengatakan cuci tangan dengan menggunakan sabun merupakan cara yang mudah dan murah untuk menjaga kesehatan. Ia mengharapkan kebiasaan itu dapat diterapkan sejak usia dini dan menjadi perilaku masyarakat Sinjai.

"Kita harapkan juga kebiasaan hidup bersih dan sehat senantiasa terus disosialisasikan dan  bukan hanya di tingkat SD, tetapi di tingkat TK bahkan PAUD sudah diajarkan bagaimana cara mencuci tangan menggunakan sabun," ujarnya.  (AaNd)

Tiap Desa/kelurahan Ditargetkan Miliki Lahan Pekuburan

MC-SINJAI, Tahun 2014 ini Pemkab Sinjai menganggarkan dana dari APBD sebesar Rp. 900 juta untuk pembebasan lahan pekuburan umum di Sinjai.

Kepala bagian Administrasi dan Pemerintahan umum Sekertaris Daerah Sinjai, Lukman Mannan saat acara talkshow di Studio Radio Suara Bersatu, mengatakan, Pemkab Sinjai menargetkan seluruh desa/kelurahan di Sinjai memiliki lahan pekuburan umum.

Sebelumnya, pada APBD Perubahan 2013 juga dianggarkan pembebasan lahan sebesar Rp 800 juta untuk alih fungsi menjadi pemakaman umum.

"Tahun ini Pemerintahan Daerah melakukan pembebasan lahan di 17 desa/kelurahan dan ini akan secara bertahap hingga semua desa dan kelurahan memiliki pekuburan umum," jelasnya.

Sekertaris Daerah Sinjai, H. Taiyeb A. Mappasere mengatakan lahan warga yang dijadikan pekuburan umum merupakan lahan yang tidak produktif, dimana harga pembebasan lahan warga mengacu pada nilai Jual Objek pajak (NJOP). (AaNd)

Pemadam Kebakaran Sering di Permainkan Penelepon Gelap

MC-SINJAI. Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Sinjai menyatakan sering menerima telepon gelap yang memberi informasi terjadinya kebakaran di satu lokasi, namun setelah didatangi ternyata informasi itu tidak benar. 

Diduga telepon gelap itu dimotivasi oleh kinerja pemadam kebakaran selama ini dianggap mengecewakan, karena selalu datang terlambat dalam setiap ada kebakaran. 

Beberapa waktu yang lalu peristiwa serupa kembali terjadi. Seorang penelpon mengabarkan telah terjadi kebakaran di Kecamatan Sinjai Selatan . Petugas PMK segera mengerahkan beberapa armada mobil pemadam kebakaran (damkar) ke alamat tersebut, namun setelah tiba di lokasi tidak terjadi apa-apa.

Kondisi tersebut menyebabkan instansi yang bertugas melakukan tindakan saat terjadi kebakaran itu ragu untuk bertindak saat menerima telepon yang mengabarkan telah terjadi kebakaran di satu lokasi. Sebab, dikawatirkan, informasi tersebut hanya merupakan perbuatan orang-orang iseng.

Kepala Pelaksana BPBD Sinjai, A. Junaedi Mustafa saat di temui diruang kerjanya, Rabu (08/10/2014), mengatakan pihaknya tidak mengerti kenapa hal seperti itu sering terjadi, padahal informasi kabakaran bukanlah kabar mainan.

Menurutnya, jika hal semacam ini terus terjadi di Sinjai akan membuat para petugas yang selalu siap akan tidak percaya lagi terhadap para penelpon yang memberikan kabar tentang peristiwa kebakaran.

“Kabar semacam itu bukan untuk dibuat main-main, karena jika tidak, para petugas pemadam tidak akan segera percaya dengan setiap telepon kebakaran yang diterima. Dan itu akan menyebabkan peristiwa kebakaran tidak akan segera tertangani,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menelusuri oknum yang memberikan informasi tidak benar serta bekerja sama dengan masing - masing kepala lingkungan khususnya di Kecamatan Sinjai Utara.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk tidak sembarangan memberikan informasi, sehingga petugas tidak merasa dipermainkan yang dapat berdampak pada kepercayaan mereka terhadap setiap informasi yang diterima.(L2)

23 Kasus Kebakaran Terjadi di Sinjai 9 Bulan Terakhir

MC-SINJAI. Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Sinjai  mencapai 23 kejadian selama Januari - awal Oktober 2014. Nilai kerugian materiil akibat kebakaran sekitar Rp.900 juta.

Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai, meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya kebakaran selama musim kemarau ini

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan BPBD Sinjai, A. Junaedi Mustafa, mengemukakan kasus kebakaran tersebut didominasi kebakaran di rumah warga . Dari 23 kasus, menurut dia, mayoritas disebabkan terjadinya hubungan pendek arus listrik atau korsleting serta kebocoran tabung gas.

“Untuk itu kami mengimbau, agar masyarakat senantiasa memeriksa jaringan instalasi listrik di rumahnya masing-masing, guna memastikan tidak terjadi korsleting, memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian ” ungkap A. Junaedi ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (07/10/2014).

Ia menjelaskan warga perlu waspada terhadap pemicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, lupa mematikan kompor, dan sebagainya

Terkait antisipasi bencana kebakaran pihaknya melakukan sosialisasi ke masyarakat.

"Kami sudah sosialisasi di radio, media sosial, dan televisi," kata dia.

Sosialisasi tersebut berupa imbauan agar masyarakat tidak sembarangan dalam pemakaian listrik, menghindari penumpukan bahan - bahan yang mudah terbakar serta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. (L2)

Sinjai Kekurangan 1.500 Unit Handtraktor

MC-SINJAI, Kabupaten Sinjai masih kekurangan 1.500 unit handtraktor untuk mengolah lahan seluas 14.766 hektare (ha), Sementara yang tersedia hingga saat ini baru sekitar 600 unit.

Jumlah traktor yang tersedia baru sekitar 30 persen dari total kebutuhan. "Jumlah traktor yang dibutuhkan masih cukup banyak," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tnaman Pangan Hortikultura (TPH) Sinjai saat ditemui diruang kerjanya.

Menurutnya, kendala utama yang dihadapi dalam peningkatan produksi pangan, selain alat pertanian juga kondisi iklim yang mengharuskan para petani menanam mengikuti iklim.

"Seyogyanya 1 unit handtraktor mengolah lahan 16 Hektar, tapi sekarang hanya 7 hektar karena waktu yang terbatas,".

Dengan kondisi ini, pihaknya tetap berusaha meningkatkan produksi pertanian di Sinjai dengan memberikan penyuluhan kepada para petani serta memberikan sejumlah bantuan pupuk, benih dan bantuan lainnya.

Tahun ini Pemkab Sinjai menargetkan surplus beras 135 ribu ton, hal ini untuk mengamankan target secara nasional 10 juta ton beras dan 2 juta ton untuk regional Sulsel. (AaNd)

DPRD Sinjai Sosialisasi Ranperda Inisiatif

MC-SINJAI. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai melakukan sosialisasi atau konsultasi publik  rancangan peraturan daerah yang merupakan inisiatif lembaga legislatif itu.

Ranperda ini terkait dengan Koperasi dan Usaha Makro Kecil dan Menengah (UMKM), Sosialisasi ini berlangsung di Hotel Sinjai, Selasa (07/10/2014).

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu Pemda Sinjai mengusulkan 13 Ranperda, kemudian DPRD mengusulkan satu inisiatif ranperda tetapi setelah dikonsultasikan pada kementrian Koperasi dan UMKM  ternyata ranperda tersebut harus dipisah.

Menurutnya selama ini perda yang sudah lahir dibeberapa daerah yang menyatukan koperasi dan umkm banyak menyulitkan dan tidak banyak mengakomodir kepentingan pelaku usaha koperasi dan UMKM

Ketua DPRD Sinjai, Sultani SH mengatakan kementrian Koperasi dan UMKM  menyarakan agar DPRD Sinjai memprakarsai untuk memisahkan dan memberikan ranperda tersendiri untuk koperasi dan UMKM

Bila ranperda ini disetujui maka tidak menutup kemungkinan ranperda koperasi ini  yang akan  menjadi pelopor di Indonesia dan berharap menjadi satu payung hukum yang  bisa dijadikan dasar bagi pemda untuk mengeluakan kebijakan yang sesuai dengan visi misi pemda Sinjai.

Sosialisasi ini juga dalam rangka mendengarkan secara langsung dari masyarakat utamanya pelaku usaha koperasi dan UMKM, berbagai masukan guna penyempurnaan Ranperda inisiatif DPRD Sinjai.

Beliau menjelaskan Ranperda ini bertujuan untuk memberikan perlindungan,  pembinaan dan pemberdayaan terhadap pelaku kopersi dan UKMK  di Sinjai 

"Pada tahun 2015 kebijakan pasar global sudah tidak bisa lagi di bendung dan sudah pasti masuk di daerah - daerah termasuk di kabupaten Sinjai, yang bisa menjadi ancaman bagi pelaku usaha, olehnya itu dibutuhkan peraturan yang dapat mengatur hal tersebut" Ucapanya

Ketua DPRD berharap diakhir periodenya, hal ini bisa menjadi karya akhir dan sebuah prestasi mendasar sebagai sumbangsih pemikiran DPRD Sinjai terhadap masyarakat khusunya pelaku usaha agar bisa menjadi usaha yang, tangguh dan bersaing dengan dunia usaha lain.(L2)

Calon Pengantin Enggan Menikah di KUA

Catin Lebih memilih Nikah di Rumah Dibandingkan di Kantor KUA
MC-SINJAI, Walaupun Pemerintah membebaskan biaya pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun program tersebut sepi peminat. Sampai kini, calon pengantin (Catin) lebih memilih merogoh uang Rp 600 ribu dibanding harus menikah di KUA.

Bedasarkan Peraturan Pemerintah dan sesuai Surat Edaran Sekretariat Jendral Kementerian Agama RI Nomor 48/2014, tentang nikah gratis bagi pasangan yang ingin melaksanakan pernikahan saat jam kerja.

Disana, tertuang nikah dan rujuk di KUA pada jam kerja tak dikenakan tarif alias gratis. Sebaliknya, nikah diluar KUA atau luar jam kerja, calon pengantin dikenakan tarif Rp 600 ribu.

Selain itu, bagi calon pengantin yang tak mampu atau menjadi korban bencana alam, Pemerintah juga membebaskan biaya nikah. Syaratnya, melampirkan surat keterangan dari lurah atau kepala desa setempat.


Kenyataannya, minat nikah gratis pada jam kerja di KUA Sinjai Utara, sangat rendah. Buktinya, sejak PP No 48/2014 berlaku bulan agustus lalu,  baru dua pasangan pengantin menikah di kantor KUA Sinjai Utara.


Pasangan pengantin lebih memilih melepas masa lajang di rumah dan membayar biaya pernikahan Rp 600 ribu. "Padahal tempat untuk ijab kabul sudah disediakan di KUA," ujar Kepala KUA Sinjai Utara, Drs. Jamaluddin Umar ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (6/10).


Menurut Jamaluddin, penyebab calon pengantin enggan menikah di KUA karena suasana pernikahan hanya dihadiri oeh beberapa orang saja. Oleh karena itu, masyarakat lebih memilih membayar biaya nikah Rp 600 ribu dengan menikah di rumah dari pada menikah gratis di KUA. 

"Dia memilih rumah sendiri  sebagai tempat akad nikah karena ingin disaksikan oleh keluarga besar mereka," ucap Jamaluddin.

Padahal, terang Jamaluddin, setiap calon pengantin yang mau menikah di KUA tak lama. Setiap pasangan hanya membawa persyaratan dan datang ke KUA, maka proses ijab kabul dilaksanakan. "Termasuk warga miskin juga enggan menikah di KUA," terangnya.


Walau minat masyarakat menikah di KUA rendah, Jamaluddin mengaku, akan terus mensosialisasikan Peraturan Pemerintah tersebut bahkan saat acara pernikahan. "Sosialisasi dilakukan secara bertahap dan terus menerus. Mudah-mudahan akan ada peningkatan," tutupnya. (AaNd)

MAN 1 Sinjai Utara Gelar Porseni Antar Kelas

MC-SINJAI, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sinjai Utara menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar kelas. Kegiatan ini merupakan program rutin yang dilakukan MAN 1 Sinjai sebagai wahana penyegaran bagi siswa setalah melaksanakan ujian MID semester tahun ajaran baru (2014/ 2015).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai yang diwakili oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Sinjai, Akmaluddin Ali yang membuka secara resmi Porseni tersebut mengharapkan agar siswa yang mengikuti kegiatan ini dapat meraih prestasi yang maksimal agar nantinya dapat berkompetisi di ajang yang lebih besar lagi.

“Harapan kita dengan kegiatan ini yakni muncul bibit-bibit atlet yang berbakat yang dapat mewakili Kementerian Agama Sinjai  di ajang-ajang olahraga dan seni,” harapnya.

Sementara, Kepala MAN 1 Sinjai Utara, Kamriati Anies  mengungkapkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi, menyalurkan bakat siswa dan untuk menjujung nilai sportivitas.

Menurutnya, ajang ini juga sekaligus menumbuhkan semangat siswa dalam berinovasi, berkratifitas dan melatih kecerdasan siswa.

"Kegiatan ini juga untuk membentuk karakter, disiplin dan bagaimana siswa dapat memperlihatkan sportivitas dalam bertanding baik itu menang maupn pada saat ia kalah," katanya.

Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 1 Sinjai Utara, Rosdiana Baharsah mengatakan, kegiatan ini erlangsung selama sepekan dari tanggal 6 hingga 11 Oktober 2014. Selain berbagai macam olahraga yang dipertandingkan, juga diadakan kegiatan lomba seni, keagamaan dan Akademik.

"Kegiatan ini terdiri dari 15 macam jenis lomba dan diikuti oleh 20 kelas mulai dari kelas X hingga kelas XII," sebutnya.

Seremoni pembukaan Porseni antar kelas ini, diawali dengan Devile peserta di halaman MAN 1 Sinjai Utara. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Sinjai Utara, Yuhadi samad, dan Para Kepala Madrasah Aliyah yang ada di Sinjai. (AaNd)

Pemkab Sinjai Serius Tegakkan Disiplin PNS

MC-SINJAI. Puluhan PNS Pemkab Sinjai mengikuti apel gabungan rutin, Senin (06/10/2014) di Hamalan Kantor Bupati  Tanassang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sinjai, Junaedi Mustafa selaku Pembina apel, mengatakan melihat tingkat disiplin yang masih kurang dikalangan PNS maka menurutnya  perlu dilakukan tindakan guna memberikan efek jerah.

Setiap minggu masing - masing  SKPD wajib melaporkan jumlah PNS yang hadir dan yang tidak hadir ke kantor Badan Kepegawaian Daerah.

Kepala BPBD Sinjai, menyampaikan bagi PNS  baik itu tidak masuk kerja dan tidak melaksanakan Apel rutin untuk mendapatkan teguran secara tertulis, peringatan tersebut tetap akan ditindak lanjuti oleh BKD sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemberian peringatan dilakukan sebagai upaya pemerintah dalam rangka terus meningkatkan kedisiplinan pegawai, sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 serta surat edaran bupati tanggal 4 Agusutus tentang penegekan disiplin dan kewajiban mematuhi jam kerja bagi PNS.

Lebih lanjut, Junaedi  juga meminta kepada para kepala bagian untuk terus mengawasi, membina dan melaporkan kepada pimpinan jika masih ada PNS di lingkungan Pemkab Sinjai yang melakukan tindakan indisipliner.(L2)


50 Ribu Ekor Hewan Kurban Divaksin

MC-SINJAI,Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai melakukan pemberian vaksin Septicaemia Epizootica (SE) kepada 50 ribu ekor sapi yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Sinjai. 

Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai, Irwan Syuaib, mengatakan Pemberian vaksin SE ini dimaksudkan agar sapi yang dimiliki oleh peternak dapat memiliki daya tahan atau memiliki kekebalan penyakit yang tinggi.

"Ini  untuk mengantisipasi penyakit hewan dan aman untuk dikonsumsi," katanya singkat.

Sementara itu, Kepala Disnak dan Keswan Sinjai, Aminuddin Zainuddin mengatakan, pemberian vaksin ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan dan dirangkaikan dengan  pemberian kartu identitas ternak.

"Ini agar upaya sapi asal Sinjai dapat terjamin kesehatannya sehingga pengusaha dari dalam maupun dari luar Sinjai menarik minat membeli sapi di Sinjai," jelasnya.

Permintaan sapi menjelang idul adha ini, katanya, sudah mencapai angka seribuan ekor. Bahkan permintaan sapi ada yang datang dari luar terutama Kalimantan, Makassar dan daerah lain. (AaNd)

Jelang Musim Tanam, Pemkab Awasi Distribusi Pupuk

MC-SINJAI, Memasuki musim tanam, Tim Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Koordinasi bertempat di Ruang Rapat Sekda, Kamis (2/10).

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah kabupaten Sinjai, H.Taiyeb A.Mappasere, membahas tentang ketersediaan pupuk bagi petani menjelang musim tanam bulan Oktober-Maret.

H.Taiyeb A. Mappasere yang juga sekaligus ketua KP3 Sinjai mengharapkan para pengecer untuk tetap menjual pupuk sesuai harga HET. Ia juga menghimbau para pengecer menjual pupuk hanya kepada kelompok tani yang ada dalam Rancangan Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Menghadapi musim tanam, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lancar dan tersedia hingga ke tingkat pengecer sesuai dengan harga eceran tertinggi, "ujar H. Taiyeb

Menurutnya, jika pupuk bersubsidi tersedia hingga ke tingkat pengecer, kata dia, petani tidak akan kesulitan dalam menghadapi musim tanam.

Sekda juga menegaskan bahwa jika ada distributor pupuk maupun pengecer yang berani memainkan harga pupuk maka ia tidak segan-segan akan memberikan tindakan tegas.

"Jika kedapatan pengecer menjual pupuk bersubsidi di atas harga eceran tertinggi (HET), pemerintah akan mempidanakan oknum tersebut," tegasnya.

Rapat Koordinasi ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sinjai, H. Sulthani,  para kepala BP3K/Koordinator Penyuluh serta distributor pupuk dan pengecer pupuk se-kabupaten Sinjai. (AaNd)

763 Santri TKA/TPA Binaan Penyuluh Agama di Sinjai Diwisuda

MC-SINJAI, Sebanyak 763 santri Taman Pendidikan AlQur’an (TPQ) binaan Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai diwisuda setelah melalui proses munaqasyah yang dilaksanakan oleh masing-masing Penyuluh Agama Islam yang tersebar di sembilan ( 9) kecamatan. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Pertemuan Sinjai, Selasa (30/9).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sulsel yang diwakili Kepala Seksi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam pada Bidang Penais Zakat dan Wakaf, H. Aminuddin, S.Ag mengatakan, penyuluh Agama Islam di Sinjai telah bekerja secara maksimal. Hal itu katanya dapat diukur dengan adanya kegiatan penamatan atau wisuda santri yang diadakan untuk kedua kalinya.

"Kegiatan wisuda santri merupakan salah satu indikator penyuluh itu telah bekerja. Hal tersebut dapat menjadi pembuktian kepada masyarakat yang kadang-kadang bertanya apa tugas dan fungsi seorang penyuluh agama di lapangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai H. Mudarak Dahlan, merasa bangga dan bersyukur atas pelaksanaan wisuda santri binaan penyuluh agama Islam yang kedua kalinya. Menurutnya kegiatan tersebut menunjukkan suatu keberhasilan dalam kebersamaan bagi para penyuluh agama Islam dalam menjalankan tupoksinya sebagai fungsi edukatif, konsultatif dan advokatif.

"Wisuda ini merupakan upaya wujud nyata Kementerian Agama dalam meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan pemahaman di bidang agama bagi anak usia dini yang merupakan bekal untuk membentengi diri dari pengaruh budaya modernisasi yang dapat merusak akhlak generasi muda Islam," jelasnya.

Bupati Sinjai yang diwakili oleh Wakil Bupati Sinjai, H. A. Fajar Yanwar, memberikan apresiasi dalam pelaksanaan wisuda santri binaan Penyuluh Agama Islam.

"Ini merupakan kemajuan pembangunan bidang agama di Sinjai. Untuk itu, Pemerintah daerah dan Kementerian Agama akan tetap bekerja sama dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman di bidang agama dalam bentuk penyampaian informasi terhadap pendidikan keagamaan terkhusus bagi anak-anak usia dini dapat terbebas dari buta aksara AlQur’an," jelas Wakil Bupati. (AaNd)

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates