Trending

763 Santri TKA/TPA Binaan Penyuluh Agama di Sinjai Diwisuda

MC-SINJAI, Sebanyak 763 santri Taman Pendidikan AlQur’an (TPQ) binaan Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai diwisuda setelah melalui proses munaqasyah yang dilaksanakan oleh masing-masing Penyuluh Agama Islam yang tersebar di sembilan ( 9) kecamatan. Prosesi wisuda berlangsung di Gedung Pertemuan Sinjai, Selasa (30/9).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Sulsel yang diwakili Kepala Seksi Penerangan dan Penyuluhan Agama Islam pada Bidang Penais Zakat dan Wakaf, H. Aminuddin, S.Ag mengatakan, penyuluh Agama Islam di Sinjai telah bekerja secara maksimal. Hal itu katanya dapat diukur dengan adanya kegiatan penamatan atau wisuda santri yang diadakan untuk kedua kalinya.

"Kegiatan wisuda santri merupakan salah satu indikator penyuluh itu telah bekerja. Hal tersebut dapat menjadi pembuktian kepada masyarakat yang kadang-kadang bertanya apa tugas dan fungsi seorang penyuluh agama di lapangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai H. Mudarak Dahlan, merasa bangga dan bersyukur atas pelaksanaan wisuda santri binaan penyuluh agama Islam yang kedua kalinya. Menurutnya kegiatan tersebut menunjukkan suatu keberhasilan dalam kebersamaan bagi para penyuluh agama Islam dalam menjalankan tupoksinya sebagai fungsi edukatif, konsultatif dan advokatif.

"Wisuda ini merupakan upaya wujud nyata Kementerian Agama dalam meningkatkan pendidikan, pengetahuan dan pemahaman di bidang agama bagi anak usia dini yang merupakan bekal untuk membentengi diri dari pengaruh budaya modernisasi yang dapat merusak akhlak generasi muda Islam," jelasnya.

Bupati Sinjai yang diwakili oleh Wakil Bupati Sinjai, H. A. Fajar Yanwar, memberikan apresiasi dalam pelaksanaan wisuda santri binaan Penyuluh Agama Islam.

"Ini merupakan kemajuan pembangunan bidang agama di Sinjai. Untuk itu, Pemerintah daerah dan Kementerian Agama akan tetap bekerja sama dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman di bidang agama dalam bentuk penyampaian informasi terhadap pendidikan keagamaan terkhusus bagi anak-anak usia dini dapat terbebas dari buta aksara AlQur’an," jelas Wakil Bupati. (AaNd)

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates