Trending

Gemuruh Air Terjun Kembar Batubarae

TETESAN air dari sela-sela batu pegunungan membentuk dua aliran Air Terjun Batubarae. Ketinggian dan kemiringan dua aliran sungai yang airnya jatuh bergemuruh nyaris sama sehingga dinamakan air terjun kembar.
 
Menurut cerita rakyat setempat, kesejukan dan keindahan panorama wisata Air Terjun Batubarae ini berasal dari mata air sebuah gunung, yang jika diperhatikan dengan seksama terutama dari puncak tangga terlihat menyerupai seorang wanita cantik bersanggul yang sedang duduk. Sedangkan makna kata "batubarae" berasal dari kata "batu bara'e" dimana dalam bahasa Makasar berarti kandang binatang yang terbuat dari batu. Konon dahulunya tempat tersebut merupakan tempat bagi kandang seekor kerbau raksasa.

Tinggi air terjun sekitar 37-80 meter dengan kemiringan 85 derajat. Air terjun kembar Batubarae salah satu objek wisata andalan Kabupaten Sinjai selain taman prasejarah Batu Pake Gojeng.

Wisata air terjun ini terletak di Desa Barambang, Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai. Jaraknya sekira 50 kilometer dari kota Sinjai dan membutuhkan waktu tempuh sekira 1,5 jam.

Jalanan yang dilalui tidak semua beraspal mulus. Beberapa di antaranya rusak parah. Sekira lima kilometer sebelum sampai di lokasi tujuan, jalanan sudah beraspal. Sebagian sudah dibuat jalan beton.

Kendati demikian, objek wisata ini menawarkan pesona alami yang menakjubkan. Karakteristik khasnya memberi suguhan panorama alam nan sejuk. Deretan pepohonan rindang menambah keindahannya.

Barisan anak tangga yang dibentuk khusus mirip rangka manusia berada di sisi tengah kedua air terjun dan menjadi daya tarik tersendiri. Disebut mirip rangka manusia lantaran terbagi tiga bagian yakni punggung, badan, dan diakhiri dua rangkaian akhir menyerupai kaki manusia.

Cerita rakyat setempat, kesejukan alami air terjun kembar berasal dari tetesan mata air gunung Batubarae yang bentuknya seperti perempuan cantik nan memesona. Pengunjung dapat melihat keunikan gunung dengan jelas saat berdiri di puncak tangga.

Bila memandang lebih seksama, bentuk gunung mirip perempuan yang sedang duduk menggunakan sanggul atau dalam bahasa daerah disebut "konde". Aliran air yang membentuk air terjun ini dikaitkan keindahan kedua mata perempuan tersebut.

Obyek wisata ini ramai dikunjungi pada akhir pekan. Medan yang agak terjal dengan anak tangga yang juga terjal tak menyurutkan keinginan pengunjung untuk menikmati dan mengagumi keindahannya. Setidaknya 607 anak tangga harus dilalui.

Rasa lelah pengunjung terbayar saat tiba di lokasi air terjun. Berendam dengan air yang sangat alami dan sejuk dibelai tiupan angin dari pepohonan rindang membuat pengunjung terbuai.

Dua atau tiga jam menikmati pesona alam Air Terjun Kembar Batubarae terasa sangat singkat. Itu sebabnya sebagian pengunjung yang berasal dari luar Sinjai kadang-kadang memilih bermalam di tempat ini.

Perhatian pemerintah pada obyek wisata ini sudah terlihat meski perlu pembenahan agar lebih menciptakan daya tarik. Beberapa buah gazebo tempat bercengkerama bersama teman atau keluarga sudah tersedia.

Dua gazebo berada di sisi kanan berhadapan air terjun dan dua gazebo lain berada di sisi kiri. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sinjai membendung pertemuan aliran air dari dua air terjun untuk membentuk kolam.

Kepala Disbudpar Sinjai, Muhammad Yasin mengatakan, objek wisata Air Terjun Kembar salah satu priorotas pengembangan wisata di Sinjai. Tempat ini mulai dikembangkan 2004 lalu.

Pengembangan dengan  penataan namun tidak mengganggu keasliannya. "Kami hanya mempercantik saja, khususnya membuat bagian-bagian untuk menciptakan kenyamanan bagi pengunjung," kata Yasin.

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates