Trending

Jaga Aset Daerah, Budayawan Sinjai Minta Agar Ada Perda Bahasa Daerah

MC-SINJAI, Siswa asal SDN 31 Dumme Kecamatan Sinjai Timur Riftita Amanah berhasil meraih juara pertama dalam lomba mengarang tulisan bahasa lontara yang berlangsung di SDN 127 Takkalala Sinjai Timur,  Senin (7/1019).

Disusul juara kedua diraih Farisa Tsurraya dari SDN 31 Panaikang dan juara ketiga diraih Haura Muntasa murid SDN 84 Mangarabombang. 

Kegiatan ini digagas oleh Disparbud Sinjai dan merupakan salah satau rangkaian acara Pesta Adat Marimpa Salo yang akan dilaksanakan di Desa Sanjai pada Hari Kamis tanggal 10 Oktober 2019.

Ketua Tim Juri Drs. Muhannis saat ditemui usai lomba mengatakan bahwa berdasarkan hasil lomba yang pertama kalinya dilaksanakan ini masih perlu ditingkatkan khususnya dalam penulisan aksara. 

"Lomba ini sangat bagus meski hasil pekerjaan anak perlu ditingkatkan,  dimana alur berfikirnya murid sudah benar tapi penulisan aksaranya masih ada yang salah dan bingung," katanya. 

Muhannis berharap agar lomba seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada saat acara pesta adat namun juga digelar pada acara-acara lainnya. 

Lebih lanjut dikatakan,  pembelajaran bahasa daerah kedepan sangat penting dilaksanakan agar aset daerah ini tidak  terkikis oleh perkembangan yang serba modern. 

Muhannis yang juga Budayawan ini pun menyarankan agar Pemkab Sinjai membuat perda terkait muatan lokal sehingga bahasa daerah menjadi mata pelajaran wajib dan dapat dikuasai oleh siswa. 

"Jangan sampai anak-anak kita hilang dalam akar budayanya sendiri. Sayang kalau generasi sekarang tidak mengenal lagi huruf daerahnya sendiri," ucapnya. (AaNd) 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates