Trending

Kisah Perjuangan Tim Medis di Gedung Isolasi Hotel Sinjai

MC-SINJAI, Berada di garda terdepan yang berinteraksi langsung orang yang bertsatus Oramg Tanpa Gejala (OTG) atau warga yang pernah kontak erat dengan pasien covid-19,, tenaga medis dihadapkan pada tingginya risiko terpapar pandemi tersebut.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat tenaga medis dalam merawat dan memberikan dukungan moril pada pasien, mereka tetap berjibaku di Gedung Isolasi Hotel Sinjai yang disiapkan oleh Pemkab Sinjai. 

Salah seorang tenaga medis dr. Aliawati Albek saat ditemui Rabu (10/6/20) bercerita soal suka duka merawat pasien virus corona Covid-19.

dr. Anti sapaan dr. Aliawati Albek bercerita bahwa suka yang dialami selama bertugas di Hotel Sinjai adalah pengalaman untuk mengnenal karakter dari peserta isolasi. 

Menurutnya,  peserta isolasi yang memiliki  tingkat pendidikan berbeda-beda , perlu kesabaran yamg tinggi dalam memberikan edukasi terkait prosedur yang haeus dilakukan selama menjalani masa karantina. 

"Ada yang kita edukasi begitu cepat dia memahaminya namun tidak sedikit diantara mereka juga yang belum memahami prosedur yang ada meski sudah berkali-kali diberikan edukasi.  Tetapi Alhamdulillah ssmuanya berjalan lancar dan terkendali, " jelasnya. 

Sementara duka yang dialami kata Kepala Puskesmas Balangnipa ini adalah terkadang adanya permintaan dari peserta isolasi yang sulit untuk dikabulkan namun bsrkat pemakaham danbedukasi yang diberikan semuanya bisa diatasi. 

Brrbeda halnya dengan dr. Syamsul Bahri Akhas yang juga ditugaskan sebagai tenaga medis sejak adanya warga  yang dikarantina di Hotel Sinjai. 

Ia menceritakan bahwa sebagai manusia biasa pastinya ada rasa takut yang muncul dibenaknya ketika berhadapan dengan peserta isolasi, bahkan  akhir-akhir ini merasa lelah. Namun ia sadar bahwa hidup ini tidak ada yang abadi sehingga ia termotivasi untuk memberi manfaat bagi orang lain.

"Menjadi hal lumrah kalau kami selalu khawatir jika pulang ke rumah karena kami punya risiko terinfeksi. Namun, dengan mematuhi protokol kesehatan dan protokol saat pulang ke rumah, Inyaa Allah keluarga terlindungi," ujarnya dengan nada optimis. 

Lanjut dikatakan,  banyak hal yang membuatnya tetap semangat dlaam menjalankan tugaa kemanusiaan teraebut utamanya kwtika melihat peserta senang menyelesaikan masa karantina. 

"Melihat saudara-saudara kita tersenyum bahagia saat menyelesaikan masa karantina, sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan apapun" ungkap dr. Syamsul Bahri Akhas yang juga selaku Kepala Puskesmas Panaikang. 

Namun disisi lain Ia merasa berat saat melihat ada diantara mereka dinyatakan posiitif corona setelah hasil swab diumumkan, hal ini terlihat jelas beban mental dan psikologisnya.

"Selama berinteraksi dengan peserta isolasi,  satu hal yang aelalubsaya dengar sari saudara-saudara kita yang sedang karantina adalah mereka tidak aering mmereka dsnfan adalah mereka ttidak takut dan khawatir dengan penyakit ini. Tapi mereka lebih khawatir dikucilkan oleh masyarakat," tuturnya. 

Syamsul Bahri berharap kepada masyarakat Sinjai dukungan dan doa bagi semua yang sedang berjuang melawan Covid, baik itu pasien maupun tenaga medis serta menghilangkan stigma negatif sebab mereka semua butuh dukungan kita semua

Saat ini jumlah pasien berstatus OTG atau yang pernah kontak erat dengan pasien positif corona yang menjalani isolasi di Hotel Sinjai sebanyak  34 orang, mereka berasal dari Kecamatan Sinjai Barat 15 orang,  Sinjai Tengah 10 orang,  Sinjai Timur 5 orang dan tenaga medis 4 orang. 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

About

Distributed By My Blogger Themes | Designed By Seo Blogger Templates